Mata dengan Minus Tinggi Tidak Bisa Melahirkan Pervaginam? Ini Kata Dokter

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Ilustrasi melahirkan. Foto: aslysun/Shuttterstock

Moms, mungkin Anda pernah mendengar dugaan bahwa ibu hamil dengan mata minus tinggi tidak boleh melahirkan secara pervaginam lantaran dikhawatirkan berisiko saat mengejan.

Namun, benarkah demikian? Dokter ahli kebidanan dan kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG, menjelaskan bahwa dugaan tersebut rupanya hanyalah mitos. Menurutnya, mata minus tinggi bukanlah argumen seseorang kudu menjalani operasi caesar.

Mata Minus Tinggi Tetap Bisa Melahirkan Pervaginam

Ilustrasi melahirkan. Foto: DC Studio/Shutterstock

Menurut dr. Andrew, ibu mengandung dengan mata minus tetap dapat menjalani persalinan pervaginam selama tidak mempunyai cedera, trauma, alias kelainan pada retina.

"Selama tidak ada kerusakan alias cedera retina, ibu mengandung tetap kondusif untuk mengejan saat persalinan," jelasnya pada kumparanMOM, Rabu (3/6).

Sebelum menentukan metode persalinan, master biasanya bakal memastikan terlebih dulu bahwa kondisi ibu, bayi, dan plasenta dalam keadaan baik untuk menjalani persalinan normal, sama seperti pada ibu mengandung lainnya.

Pada ibu mengandung dengan mata minus lebih dari 6, pemeriksaan ke master mata sekitar usia kehamilan 34 minggu juga dapat dilakukan untuk memastikan kondisi retina tetap baik.

Kapan Ibu Hamil Perlu Operasi Caesar?

Menurut dr. Andrew, tidak ada kondisi unik pada mata minus nan secara otomatis menjadi indikasi operasi caesar. Menurutnya, operasi caesar baru dapat dipertimbangkan andaikan ada riwayat trauma, cedera, alias kelainan pada retina nan berpotensi menimbulkan akibat saat persalinan.

"Sehingga tidak ada kondisi unik nan menjadi indikasi lahiran sectio caesarea, selain ada riwayat trauma, cedera, alias kelainan pada retina mata," katanya.

Tak sedikit pula ibu mengandung nan cemas lantaran mempunyai riwayat lasik. Padahal, menurut dr. Andrew, prosedur tersebut tidak menjadi penghalang untuk melahirkan secara pervaginam.

"Ibu dengan riwayat lasik juga tetap boleh menjalani persalinan pervaginam lantaran lasik hanya berpengaruh pada kornea, bukan retina," tutup dr. Andrew.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan