Seskab Teddy Sebut Pemerintah Akan Tambah 1.500 Personel TNI Tekan Karhutla

Sedang Trending 11 menit yang lalu
Setkab Teddy Indra Wijaya (kanan) menerangkan saat rapat penanganan karhutla di Landasan Udara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sejumlah langkah untuk menangani musibah kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di Kalimantan Barat.

Langkah-langkah tersebut disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat singkat penanganan karhutla. Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan terkini mengenai situasi karhutla serta menegaskan pentingnya penanganan nan cepat, terkoordinasi, dan langsung di lapangan.

"Presiden juga menekankan agar Pemerintah Daerah tegas dalam menerapkan patokan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran rimba dan lahan tidak terus berulang," tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan akun @sekretariat.kabinet, Sabtu (22/8).

Dalam rapat tersebut, Prabowo menginstruksikan sejumlah langkah penanganan.

Pemerintah bakal menambah sekitar 1.500 personel TNI untuk membantu penanganan karhutla. Mereka bakal diterjunkan sejak Minggu (23/8) pagi.

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) berbareng Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kedua kiri) meninjau letak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

"Penambahan 3 batalyon TNI alias sekitar 1.500 personel dari luar Kalimantan nan bakal didatangkan mulai hari ini hingga Minggu pagi," ujarnya.

Selanjutnya, Teddy mengatakan, Prabowo juga meminta personel abdi negara di darat untuk memadamkan titik-titik api.

Tak hanya itu, sebanyak enam helikopter besar juga bakal diterbangkan di langit Kalimantan Barat. Nantinya, helikopter tersebut bakal membawa water bombing dan tiba sore ini.

"Penambahan 6 helikopter besar water bombing nan dijadwalkan tiba pada sore hari untuk memperkuat upaya pemadaman," jelasnya.

Kemudian, Teddy menjelaskan, Prabowo juga meminta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diperbanyak. Langkah ini untuk mendukung penanganan karhutla, dengan mempertimbangkan potensi hujan nan diperkirakan teriadi di Kalimantan Barat

"Memperbanyak dan menambah perangkat pompapinasi dan bor air khususnya pada lahan-lahan gambut sehingga meredam titik panas bawah tanah," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan