Gempa Susulan NTT Capai 5.246 Kali, BMKG: Aktivitas Mulai Meluruh

Sedang Trending 13 menit yang lalu
 Aktivitas Mulai Meluruh BMKG mencatat 5.246 gempa susulan di NTT hingga 22 Agustus 2026.(Dok. BMKG)

AKTIVITAS gempa bumi susulan pascagempa utama magnitudo (M) 7,7 nan mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 tetap terus berlanjut. Hingga Sabtu (22/8) pukul 14.00 WIB, Stasiun Geofisika Kupang mencatat sebanyak 5.246 kejadian gempa susulan.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengungkapkan bahwa dari ribuan gempa tersebut, kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 1,1. Sebanyak 32 gempa tercatat mempunyai magnitudo di atas 5, sementara 126 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Berdasarkan peta sebaran aftershock, aktivitas kegempaan terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores. Pola sebaran ini memanjang mengikuti struktur Flores Back Arc Thrust, dengan titik episenter paling padat berada di wilayah Flores bagian tengah hingga timur, serta beberapa titik di bagian selatan pulau.

Meski jumlah gempa susulan tergolong tinggi, Arief menyebut bahwa diagram peluruhan aktivitas mulai menunjukkan tren penurunan. Hal ini menandakan kekuatan dan gelombang gempa susulan secara berjenjang mulai mereda dibandingkan hari-hari awal pascagempa utama.

“Dari diagram peluruhan mulai nampak pola penurunan, sehingga gempa susulan diperkirakan berjalan sekitar 3-4 minggu,” ujar Arief dalam keterangannya, Sabtu (22/8).

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan nan tetap mungkin terjadi selama proses peluruhan berlangsung. Hingga saat ini, BMKG terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan aktivitas tektonik di wilayah Flores guna memberikan info terkini kepada publik. (Z_10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia