Selat Hormuz Memanas Lagi, Kapal Kargo Kena Serangan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Selat Hormuz Memanas Lagi, Kapal Kargo Kena Serangan Ilustrasi(Anadolu )

KETEGANGAN di Selat Hormuz kembali meningkat setelah sebuah kapal kargo diserang saat melintasi jalur pelayaran strategis tersebut, Kamis (25/6) waktu setempat. Menurut laporan CNN, seorang pejabat Amerika Serikat menyebut kapal tersebut menjadi sasaran serangan pesawat nirawak Iran.

Namun, rincian lebih lanjut mengenai kejadian tersebut belum diungkap. Hingga sekarang Iran belum mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Hanya saja, peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Iran memperingatkan kapal-kapal nan melintasi Selat Hormuz hanya bakal mendapat agunan keamanan andaikan menggunakan rute nan ditentukan oleh Iran.

Pernyataan itu sekaligus menantang klaim pemerintahan Presiden Donald Trump nan sebelumnya menyebut Selat Hormuz telah kembali kondusif dan terbuka bagi pelayaran internasional setelah kesepakatan awal menuju perdamaian antara Washington dan Teheran pekan lalu.

Serangan kali ini menjadi kejadian pertama nan dilaporkan sejak kedua negara sepakat memulai proses menuju penyelesaian bentrok melalui jalur diplomasi.

Lembaga pemantau pelayaran Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan kapal kargo tersebut terkena proyektil nan belum diketahui jenisnya di sisi kanan badan kapal. Serangan itu mengakibatkan kerusakan pada anjungan kapal.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun pencemaran lingkungan nan dilaporkan akibat kejadian tersebut.

Serangan terjadi ketika aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai pulih. Data MarineTraffic menunjukkan sebanyak 70 kapal melintasi perairan tersebut pada Rabu, nomor tertinggi sejak bentrok meletus pada akhir Februari.

Sebagian besar kapal memilih berlayar melalui jalur nan mengikuti pesisir Oman sebagai rute nan dinilai lebih kondusif di tengah situasi keamanan nan tetap belum sepenuhnya stabil. (Dhk/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia