
Selain Baja, Dirjen Pajak Ungkap Ada Perusahaan Hebel nan Diduga Tak Bayar Pajak
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkap indikasi praktik penggelapan pajak nan tidak hanya terjadi di industri baja, tetapi juga merambah ke sektor bahan gedung lain, seperti industri hebel alias bata ringan.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) berbareng Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Pabrik PT Power Steel di Tangerang, Banten pada Kamis (5/2/2026).
40 Perusahaan Baja Diduga Kemplang Pajak
Bimo menjelaskan, DJP menduga terdapat 40 perusahaan baja nan mengemplang pajak. Namun kemungkinan besar perusahaan lain seperti perusahaan bata ringan alias hebel turut melakukan pelanggaran nan sama.
"Kita bakal building case terhadap 40 perusahaan baja. Tentu ada beberapa industri nan juga melakukan perihal nan sama, seperti hebel dan nan lain-lain. Nanti kita bakal report jika sudah memang matang," ujar Bimo.
Praktik tidak sehat tersebut umumnya terjadi pada sektor-sektor bahan bangunan nan berbasis transaksi tunai (cash basis), sehingga rawan tidak memungut dan menyetorkan PPN ke negara.
"Saya tidak bisa ngomong sebagian besar, tapi memang ada beberapa nan terindikasi. Ketika masa booming construction itu, bahan-bahan bangunan nan memang cash basis, tidak bayar PPN ke negara," jelasnya.
Khusus untuk 40 perusahaan baja, DJP menaksir kerugian nan disebabkan oleh perusahaan tidak bayar pajak itu mencapai Rp4 triliun per tahun.
Tidak hanya merugikan negara, praktik ini dinilai mengganggu stabilitas industri dalam negeri dan menciptakan persaingan upaya nan tidak sehat.
"Makanya mudah-mudahan para pelaku juga bisa menyadari bahwa kita sedang melangkah ke arah nan sesuai dengan undang-undang," ucapnya.
Adapun dugaan pelanggaran nan kemungkinan dilakukan meliputi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) nan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, terutama dengan langkah melaporkan penjualan tanpa memungut PPN.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·