Satgas PRR Pastikan Lanjut Kawal Pemulihan Infrastruktur di Sumatra

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra memastikan beragam proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, dan pengendalian sungai di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat nan terdampak musibah hidrometeorologi pada akhir tahun lampau tetap melangkah sesuai target, serta bisa memberikan perlindungan nan lebih baik bagi masyarakat setempat.

Pemantauan pemulihan prasarana dilakukan Satgas PRR berbareng Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta pelaksana proyek untuk memandang langsung perkembangan pekerjaan di sejumlah titik prioritas.

Selain memantau progres, Satgas PRR juga menyerap beragam hambatan nan dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga pasokan bahan bakar bagi perangkat berat nan digunakan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pembangunan kembali prasarana dasar nan terdampak musibah seperti sungai, jalan, dan jembatan menjadi bagian krusial dari proses pemulihan permanen di tiga provinsi terdampak.

"Tadi disampaikan nan diprioritaskan adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, kemudian huntap juga krusial agar masyarakat tidak terlalu lama di huntara," ujar Tito usai rapat dengan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di sejumlah letak di Aceh Tengah, pekerjaan penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembangunan tembok penahan tanah terus menunjukkan kemajuan. Satgas meminta seluruh pekerjaan pada titik-titik kritis dapat diselesaikan lebih sigap agar prasarana nan menjadi akses utama masyarakat tidak kembali terganggu ketika curah hujan meningkat pada akhir tahun.

Percepatan juga dilakukan pada beragam proyek jalan dan jembatan nan menghubungkan area Aceh Tengah dan Gayo Lues. Sejumlah ruas nan sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat longsor sekarang dalam tahap penanganan, sementara normalisasi sungai dan penguatan tebing terus dilakukan secara terpadu guna mengurangi akibat kerusakan berulang.

Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan prasarana jalan dan pengendalian aliran sungai agar hasil pemulihan dapat memperkuat dalam jangka panjang.

Di wilayah Gayo Lues, perhatian diberikan pada pembangunan tanggul pengaman sungai nan berfaedah melindungi permukiman dan lahan produktif masyarakat. Mengingat tingginya intensitas hujan di area tersebut, Satgas meminta pekerjaan nan semula ditargetkan selesai pada Agustus dapat dipercepat sehingga perlindungan bagi penduduk dapat segera dirasakan sebelum puncak musim penghujan tiba.

Sementara di area Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Satgas meninjau langsung pembangunan tanggul pengendali banjir, jalan, serta jembatan nan menjadi akses utama masyarakat. Meski menghadapi beragam tantangan teknis di lapangan, para pekerja tetap melakukan percepatan hingga malam hari demi menjaga sasaran penyelesaian.

Upaya Satgas PRR itu menjadi bukti komitmen seluruh pihak untuk memastikan aktivitas masyarakat, pengedaran logistik, dan mobilitas ekonomi dapat kembali melangkah normal.

Dalam pertemuan berbareng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara dan unsur Forkopimda, Satgas menerima beragam masukan mengenai kebutuhan pemulihan jasa publik, termasuk usulan perbaikan akomodasi kesehatan di wilayah terdampak.

Seluruh masukan dipastikan bakal ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, sehingga proses pemulihan dapat lebih menyeluruh dan menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Adapun di Desa Kutagaluh, Kecamatan Lawe Bulan, hasil penanganan penguatan tembok sungai mulai memberikan rasa kondusif bagi warga. Pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas pembangunan tanggul nan telah membantu mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman banjir susulan.

Satgas PRR menilai, support masyarakat dan pemerintah wilayah menjadi aspek krusial dalam menjaga kelancaran seluruh proyek rehabilitasi dan rekonstruksi.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional