Ketua Pengurus Besar PDGI, drg. Usman Sumantri.(Dok. Antara)
PERSATUAN Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak lagi mengabaikan kesehatan gusi. Pasalnya, penyakit pada jaringan pendukung gigi alias penyakit periodontal sekarang menempati urutan kedua masalah kesehatan mulut nan paling banyak terjadi di Indonesia, tepat setelah karies alias gigi berlubang.
Ketua Pengurus Besar PDGI, drg. Usman Sumantri, mengungkapkan bahwa selama ini perhatian masyarakat condong hanya tertuju pada kondisi gigi nan tampak secara visual, seperti lubang alias estetika warna. Sementara itu, kesehatan gusi sering kali terabaikan hingga mencapai tahap nan serius.
"Data menunjukkan bahwa masalah periodontal, jaringan periodontal, hingga periodontitis sudah menempati nomor nomor dua setelah karies," ujar Usman dalam obrolan kesehatan rongga mulut di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dampak Sistemik Penyakit Gusi
Lebih lanjut, Usman menjelaskan bahwa akibat dari pengabaian kesehatan gusi tidak hanya berakhir di rongga mulut. Peradangan alias inflamasi nan terjadi pada gusi dapat menjadi pemicu jangkitan dan gangguan kesehatan pada organ tubuh lainnya.
"Peradangan tersebut nantinya bisa menjadi aspek inflamasi nan memicu terjadinya jangkitan pada penyakit di organ-organ tubuh kita lainnya," tambahnya. Hal ini menegaskan bahwa kesehatan mulut merupakan gambaran dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pentingnya Edukasi Dini
PDGI menekankan tiga pilar utama untuk menekan nomor penyakit gusi di Indonesia:
- Edukasi kesehatan nan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
- Akses pemeriksaan gigi dan gusi nan lebih luas dan terjangkau.
- Penerapan kebiasaan perawatan gigi dan gusi nan tepat sejak usia dini.
Kolaborasi Strategis
Sebagai organisasi profesi, PDGI mengapresiasi kerjasama dengan beragam pihak dalam menghadirkan program edukasi kesehatan. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus membantu menekan beban masalah kesehatan gigi dan mulut di tingkat nasional.
Usman berambisi melalui kampanye nan berkelanjutan, masyarakat mulai menyadari bahwa gusi nan sehat adalah fondasi utama bagi gigi nan kuat. "Kami percaya peningkatan kesadaran bakal pentingnya gusi sehat dan pemeliharaan nan berkepanjangan bakal membawa perubahan positif bagi kualitas hidup masyarakat," pungkasnya. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·