, JAKARTA, – Samsung resmi memperkenalkan lini ponsel lipat terbarunya, Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8, dengan membawa sejumlah pembaruan signifikan. Kedua perangkat ini datang dengan peningkatan pada sektor desain, konfigurasi memori, hingga pemilihan chipset nan berbeda untuk masing-masing model di pasar Indonesia.
Berdasarkan laporan Engadget nan dikutip Rabu malam, seluruh model dasar Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 dibekali RAM 12 GB. Konsumen dapat memilih penyimpanan internal berkapasitas 256 GB alias 512 GB.
Sementara itu, jenis tertinggi, Galaxy Z Fold 8 Ultra, menawarkan konfigurasi nan lebih ekstrem. Perangkat ini menyediakan opsi RAM hingga 16 GB dengan penyimpanan internal mencapai 1 TB.
Desain Lebih Lebar dan Pengalaman Layar Baru
Samsung melakukan perombakan kreasi pada Galaxy Z Fold 8. Bodi perangkat sekarang dibuat lebih lebar dibandingkan generasi sebelumnya, memberikan pengalaman penggunaan layar nan lebih luas baik saat perangkat dalam keadaan dilipat maupun dibentangkan.
Untuk perincian layar, Galaxy Z Fold 8 mengusung layar penutup berukuran 5,5 inci dan layar utama 7,6 inci. Rasio layar nan diperbarui ini diklaim bisa memberikan area tampilan nan lebih lega.
Strategi Chipset Berbeda untuk Pasar Indonesia
Menariknya, Samsung menerapkan strategi chipset nan berbeda untuk pasar Indonesia. Galaxy Z Flip 8 bakal ditenagai oleh chipset Exynos 2600 for Galaxy.
Di sisi lain, Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra justru mengandalkan dapur pacu Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Perbedaan ini menunjukkan segmentasi performa nan jelas antara model clamshell dan model lipat bergaya buku.
Kamera dan Fitur Pengisian Daya
Di sektor kamera, seluruh lini ponsel lipat ini mengusung kamera depan berkekuatan 10 megapiksel. Kamera depan pada Galaxy Z Flip 8 serta kamera penutup Galaxy Z Fold 8 bisa merekam video hingga resolusi 4K pada 60 bingkai per detik. Sementara itu, kamera bagian dalam Galaxy Z Fold 8 mendukung perekaman hingga resolusi Full HD.
Terkait pengisian daya, Samsung belum menyematkan support Qi2 secara penuh pada perangkat ini. Pengguna tetap memerlukan casing nan kompatibel agar dapat memanfaatkan fitur pengisian daya nirkabel berbasis magnet.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·