Samosir Perkuat Sektor Pariwisata lewat Digitalisasi Sistem Pembayaran

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Samosir Perkuat Sektor Pariwisata lewat Digitalisasi Sistem Pembayaran Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk.(MI/Apul Iskandar)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Samosir, Sumatra Utara, terus berupaya memberikan kemudahan bagi pelaku wisata. Salah satunya dengan memperkuat sektor pariwisata melalui digitalisasi sistem pembayaran dan peningkatan kepatuhan pajak. Upaya tersebut diwujudkan lewat kerjasama dengan Bank Indonesia (BI), Bank Sumut dan Kejaksaan Negeri Samosir.

Ariston menegaskan pentingnya penerapan sistem pembayaran digital di sektor pariwisata. Menurutnya, sistem pembayaran manual tetap menjadi hambatan bagi visitor nan berjamu ke Samosir.

“Terlepas suka alias tidak suka, sistem aplikasi kudu diterapkan. Pembayaran manual menjadi salah satu hambatan bagi wisatawan, sehingga digitalisasi menjadi kebutuhan,” kata Ariston di Hotel JTS Parbaba, Samosir, Rabu (8/4). 

Ia juga mengingatkan para pelaku upaya agar terus meningkatkan kapabilitas dan tidak sigap puas dengan kondisi nan ada saat ini.

“Jangan puas dengan kondisi saat ini. Terus belajar, kembangkan potensi dan perkuat jaringan. Pengusaha kudu punya daya jual agar bisa bersaing,” katanya.

Selain itu, Ariston menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan, kebersihan dan etika dalam menyambut wisatawan.

“Tamu adalah raja. Jaga kebersihan, sopan santun, hormati setiap visitor agar mereka kembali lagi ke Samosir,” ajaknya.

Ia juga membujuk seluruh pelaku upaya untuk menjaga gambaran positif pariwisata dengan menghindari beragam persoalan nan dapat merusak kepercayaan wisatawan. Membangun citra positif, menyatukan  pandangan, serta menghindari masalah agar visitor merasa kondusif dan nyaman.

Dalam aspek pengelolaan usaha, Ariston menilai Samosir tidak cukup hanya mengandalkan keelokan alam, tetapi kudu didukung dengan sumber daya manusia dan manajemen nan baik.

“Samosir tidak cukup berbasis alam saja, tetapi kudu didukung SDM, pengorganisasian nan baik dan kemudahan dalam bertransaksi,” tambahnya 

Ariston menegaskan agar pelaku upaya tidak alergi terhadap pajak, lantaran sudah menjadi tanggungjawab dan menjadi bagian krusial dalam pembangunan daerah.

“Kita semua kudu berdampingan tangan. Pajak nan dibayarkan bakal kembali untuk pembangunan Samosir dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili Kantor Pusat Bank Sumut, Joy Boy Halomoan Sibuea, menyampaikan support terhadap digitalisasi sistem pembayaran di sektor pariwisata.

"Kami membujuk pelaku upaya menggunakan sistem pembayaran digital. Potensi pariwisata Samosir sangat besar dan menjadi kekuatan ekonomi daerah,” katanya.

Ia apalagi menyebut keelokan Danau Toba tidak kalah dengan Bali dan menjadi kebanggaan bersama. Memilik Potensi nan luar biasa, menjadi emas bagi perekonomian lokal.

Joy menambahkan, Bank Sumut telah menyediakan beragam akomodasi pendukung seperti jasa ATM di sejumlah titik untuk memudahkan transaksi wisatawan.

“Kami datang mendukung sistem pembayaran non tunai melalui QRIS guna meningkatkan kenyamanan wisatawan,” jelasnya.

Perwakilan BI Sibolga, Zailani Sinaga, menekankan pentingnya perlindungan konsumen di tengah meningkatnya digitalisasi sistem pembayaran.

“Kami bakal terus mendorong penguatan perlindungan konsumen seiring meningkatnya penggunaan sistem digital,” katanya.

Dari sisi hukum, Kejaksaan Negeri Samosir melalui Kasi Datun, Maulita Sari, menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kepatuhan pajak.

“Kejaksaan datang sebagai pengacara negara untuk mendampingi pemerintah, termasuk dalam mitigasi akibat dan pendampingan hukum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga memberikan support norma dan melakukan mediasi bagi pelaku upaya nan belum memenuhi tanggungjawab pajak.

“Pajak merupakan tanggungjawab nan diatur undang-undang dan menjadi bagian krusial dalam pembangunan daerah,” katanya. (AP/E-4) 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia