Tangguh Yudha
, Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |14:58 WIB

Rusun di Samping Stasiun Manggarai (Foto: Okezone)
JAKARTA - Rumah susun (rusun) subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) resmi mulai di samping Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek tersebut menyediakan total 3.784 unit hunian.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin mengatakan pembangunan tahap awal mencakup Blok G dan Blok F. Blok G bakal terdiri dari tiga tower, sedangkan Blok F terdiri dari lima tower. Masing-masing tower mempunyai 24 lantai.
"Total unitnya itu 3.784. Ada mulai dari jenis studio 28 meter persegi, kemudian ada 36 dua bilik tidur, kemudian 45 dua bilik tidur, kemudian kelak ada 52 dengan tiga bilik tidur," terang Bobby dalam aktivitas groundbreaking nan digelar ada Jumat (21/8/2026).
Lebih lanjut dia menegaskan, rusun tersebut merupakan bagian dari program penyediaan kediaman bagi MBR dan seluruh ketentuan penjualan bakal mengikuti patokan nan ditetapkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Harga unit bakal disesuaikan dengan ketentuan wilayah masing-masing. Selain itu, pembeli mendapatkan sejumlah akomodasi dan skema pembiayaan, antara lain subsidi, tenor angsuran hingga 40 tahun, serta kembang flat 6 persen selama periode kredit.
"Tentunya syarat ketentuan bertindak untuk membeli ini sesuai dengan patokan juga, itu adalah rumah pertama untuk MBR dan satu lagi nilai juga dipatok sesuai dengan kewilayahannya masing-masing. Dan ditegaskan juga tidak boleh membeli lebih dari 1 unit," tambah Bobby.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo mengatakan pembangunan rusun di lahan KAI menjadi langkah awal pemanfaatan aset negara untuk menyediakan kediaman layak bagi masyarakat nan belum mempunyai rumah.
"Jadi hari ini kita mulai groundbreaking, ya kita mulai proyek pembangunan rumah rakyat, rumah sosial untuk masyarakat kita nan belum punya rumah layak huni," kata Hashim.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·