Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah mempertimbangkan peliburan sekolah sementara di wilayah nan terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Kebijakan itu dinilai perlu diterapkan andaikan kabut asap membikin kualitas udara berada pada tingkat nan membahayakan kesehatan anak-anak.
"Melihat kondisi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan nan dapat menimbulkan kabut asap dan menurunkan kualitas udara, pemerintah perlu mempertimbangkan libur sekolah secara sementara di wilayah nan terdampak, khususnya andaikan kualitas udara sudah berada pada tingkat nan tidak sehat bagi anak-anak," kata Lalu saat dihubungi, Jumat (21/8).
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik kudu menjadi prioritas. Peliburan sekolah bukan berfaedah menghentikan proses pendidikan. Kebijakan ini dapat dilakukan sebagai langkah perlindungan sementara, dengan pembelajaran tetap dilaksanakan melalui metode daring alias penugasan dari rumah andaikan kondisi memungkinkan," tambahnya.
Menurut dia, peliburan sekolah tidak berfaedah menghentikan proses pendidikan. Selama kondisi memungkinkan, pembelajaran dapat dialihkan melalui metode daring alias penugasan dari rumah.
Lalu Hadrian menilai keputusan untuk meliburkan sekolah kudu berasas kondisi di masing-masing wilayah. Pemerintah perlu mempertimbangkan info kualitas udara, tingkat paparan asap, serta rekomendasi dari lembaga kesehatan dan kebencanaan setempat.
"Intinya, ketika kualitas udara sudah menakut-nakuti kesehatan, melindungi anak-anak bukan berfaedah mengabaikan pendidikan. Justru memastikan mereka tetap sehat adalah bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga keberlangsungan pendidikan," jelasnya.
Usulan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kasus gangguan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak karhutla. Kementerian Kesehatan mencatat 151.965 kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Barat sepanjang 1 Januari hingga 7 Agustus 2026.
Kemenkes juga mencatat kenaikan kasus ISPA di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah. Di Kalimantan Tengah, kasus ISPA meningkat dari 475 kasus pada 18 Agustus menjadi 547 kasus pada 19 Agustus 2026.
Sementara di Kalimantan Selatan, tren kasus ISPA meningkat 22,2 persen. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah penyakit lain.
Di Riau, Kemenkes mencatat 1.377 kasus ISPA sepanjang 1-19 Agustus 2026. Pada periode nan sama, tercatat 34 kasus asma, 19 kasus iritasi kulit, 6 kasus konjungtivitis, dan 12 kasus pneumonia.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·