
Rupiah Melemah Lagi ke Rp17.382 per Dolar AS hingga Utang Pemerintah Nyaris Rp10.000 Triliun (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 49 poin alias sekitar 28 persen ke level Rp17.382 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (8/5/2026).
Pengamat pasar duit Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen datang dari dunia ialah AS dan Iran nyaris mencapai kesepakatan nan bakal mengakhiri pertempuran dan memungkinkan Selat Hormuz untuk dibuka kembali sepenuhnya tetapi menunda masalah nan lebih besar seputar program nuklir Iran.
“Namun, pertempuran kembali pecah antara AS dan Iran, menakut-nakuti gencatan senjata nan rentan dan menghancurkan angan untuk kemajuan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur transit minyak dan gas utama,” tulis Ibrahim dalam risetnya di Jakarta.
Tuduhan Iran bahwa AS melanggar gencatan senjata selama sebulan di antara mereka, sementara AS mengatakan serangannya adalah jawaban setelah tembakan Iran pada hari Kamis terhadap kapal angkatan lautnya nan melintas melalui selat tersebut. Militer Iran mengatakan AS telah menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lain serta wilayah sipil di selat dan di daratan.
Terlepas dari pertempuran nan kembali terjadi, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa gencatan senjata tetap berlaku.
Baku tembak terjadi ketika Washington menunggu tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian terbaru, nan tidak membahas sejumlah rumor kontroversial termasuk tuntutan AS untuk membuka kembali selat tersebut, jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas bumi sebelum perang nan sebagian besar telah ditutup sejak konflik, nan juga mencakup serangan oleh Israel, dimulai pada 28 Februari.
Kemudian, para pejabat Federal Reserve (Fed) memberikan pernyataan nan berbeda. Beth Hammack dari Fed Cleveland menyatakan bahwa suku kembang "akan tetap stabil untuk beberapa waktu,". Mary Daly dari Fed San Francisco beranjak ke sikap netral hingga agresif, mengatakan bahwa dia berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke sasaran 2 persen Fed. Pada saat nan sama, Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan inflasi terlalu tinggi.
Hari ini konsentrasi pasar adalah info ketenagakerjaan AS untuk bulan April, nan bakal dirilis malam kelak pukul 19.30 WIB. Para ahli ekonomi memperkirakan peningkatan 62.000 pekerjaan untuk bulan April, sementara Tingkat Pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,3 persen. Laporan ini mungkin bakal menentukan langkah selanjutnya Federal Reserve (Fed) mengenai kebijakan suku bunga.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·