Rumah CEO Open AI, Sam Altman, diduga dilempari molotov oleh orang tak dikenal pada Jumat (10/4) di San Francisco, Amerika Serikat (AS). Departemen Kepolisian San Francisco (SFPD) bertindak sigap dan mengamankan seorang laki-laki nan diduga kuat melempari rumah Altman.
Dilansir reuters, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.12 waktu setempat. Menurut keterangan SFPD, seorang laki-laki nan berumur sekitar 20-an tahun itu melempar rumah Altman di North Beach, dengan molotov. Satu jam sebelumnya, polisi juga menerima telepon soal laki-laki nan menakut-nakuti bakal membakar sebuah gedung lainnya.
"Beruntungnya, tak ada satu orang pun nan terluka. Kami mengapresiasi langkah sigap SFPD merespons situasi dan menjaga tenaga kerja kami tetap selamat," kata Juru Bicara OpenAI.
Insiden ini terjadi beberapa hari setelah OpenAI meneken perjanjian kerja sama dengan militer AS, mengenai penggunaan AI dalam operasi militer khusus.
Altman juga sudah berkomentar mengenai perihal ini.
"Banyak kritik terhadap industri kami, dari orang-orang nan memang betul-betul perhatian terutama mengenai penggunaan teknologi kami nan sangat berisiko ini," tulisnya lewat blog pribadinya.
"Selagi kita memperdebatkan perihal itu, kita kudu mengurangi retorika dan taktik, serta 'mengurangi adanya ledakan di rumah-rumah', secara kiasan maupun harfiah," ucapnya.
Sejauh ini SFPD belum memberikan keterangan mengenai penangkapan itu. Namun, berdasar pemeriksaan di letak kejadian, ada petunjuk bahwa seorang laki-laki berumur 20 tahun terlibat.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·