Rudy Mas'ud Liburkan Sekolah di Kaltim Imbas Karhutla, MBG Tetap Jalan

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud mengaku telah memutuskan untuk meliburkan sementara proses belajar mengajar tatap muka di wilayahnya imbas kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Menurut Rudy, keputusan itu diambil lantaran tetap ada sisa-sisa asap akibat kebakaran meski tetap terkendali.

"Tapi saat ini tetap dalam kondisi nan aman. Tetapi anak-anak sekolah tetap kita liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," kata Rudy usai rapat di Komisi II DPR, Selasa (15/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, di antara enam provinsi lain, Rudy menyebut wilayahnya tak termasuk dalam kategori dengan karhutla nan memprihatinkan. Saat ini, daftar wilayah nan mendominasi kasus karhutla, kata dia, ada Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.

"Ah, jadi itu nan paling besar. Kalau Kaltim insyaallah tidak," katanya.

Sementara itu, kata Rudy, meski sekolah untuk sementara diliburkan, program makan bergizi cuma-cuma (MBG) tetap berjalan. Dia menyebut MBG bakal tetap menjadi program prioritas untuk dijalankan.

"Kalau nan libur jika nan libur tentunya, saya nggak tahu persis ya teknisnya nan di lapangan jika untuk MBG-nya, tapi untuk di seluruh Kalimantan Timur MBG tetap menjadi prioritas," kata dia.

Batam belajar di rumah

Kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) alias belajar dari rumah (BDR) juga diberlakukan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kondisi kualitas udara sangat tidak sehat akibat kiriman asap karhutla di Sumatra dan Kalimantan, membikin sekolah di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mulai diliburkan pada Rabu (15/9).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan keputusan tersebut sesuai Surat Edaran Nomor 9 tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk Kepala Satuan Pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD dan SMP se kota Batam nan dibagikan hari ini, Selasa (15/9).

Menurutnya BDR dilakukan menindaklanjuti Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 47 tahun 2026 tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan terhadap Kabut Asap di Wilayah Kota Batam.

"Hari ini kita edarkan surat ke setiap Kepala Satuan Pendidikan mulai dari tingkat PAUD, SD dan SMP se kota Batam, besok baru aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR) ya," Kata Hendri kepada CNNIndonesia.com.

Hendri menjelaskan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi belajar dari rumah (BDR) dengan pertimbangan Indeks kualitas udara langsung AQI mencapai 154 nan memasuki kategori tidak sehat. BDR terhitung mulai tanggal 16 September 2026 sampai kualitas udara membaik dan dinyatakan aman.

"Untuk sampai kapan BDR dilakukan, kita memandang kualitas udara membaik dan dinyatakan kondusif ya," ujarnya

Selama proses BDR tugas dan peran Kepala Sekolah, menyusun skenario penugasan dan bahan ajar nan terstruktur sesuai dengan kondisi dan keterbatasan akses siswa di wilayah masing - masing.

Selain itu, memastikan kehadiran dan aktivitas siswa tetap terdokumentasi dengan baik. Lalu, kepala sekolah melakukan supervisi, pemantauan dan pelaporan secara berkala mengenai BDR serta kualitas udara dan kesehatan penduduk sekolah kepada Dinas Pendidikan Kota Batam.

Tidak hanya itu, orang tua siswa juga diminta mendampingi putra putrinya selama melaksanakan aktivitas BDR. Selain itu, membatasi aktivitas putra-putrinya di luar rumah guna menghindari paparan kabut asap. Menjaga pola hidup nan sehat dan bersih, mengonsumsi air putih nan cukup dan menggunakan masker andaikan keluar rumah.

(thr/arp/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional