Ribuan tenaga kesehatan masyarakat dari Institut Jaminan Sosial Meksiko (IMSS) menggelar tindakan unjuk rasa besar-besaran di ibu kota pada Selasa (22/10).(Dok. CNN)
SEKITAR 7.000 tenaga kesehatan masyarakat dari Institut Jaminan Sosial Meksiko (IMSS) menggelar tindakan unjuk rasa besar-besaran di ibu kota pada Selasa (22/10). Mereka menuntut kenaikan bayaran sebesar 10% setelah sebelumnya menolak tawaran kenaikan 8% dari pihak manajemen.
Berdasarkan laporan otoritas ibu kota, ribuan tenaga medis dan pekerja berseragam melakukan tindakan long march dari kompleks Pusat Medis Nasional Siglo XXI. Massa membawa bendera dan menyusuri jalan-jalan utama sebagai corak protes atas kondisi kesejahteraan dan akomodasi medis nan dinilai tidak memadai.
Selain persoalan gaji, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah untuk segera melengkapi lembaga medis dengan obat-obatan dan kebutuhan logistik lainnya. Mereka juga menuntut pemberhentian pemimpin serikat pekerja nan saat ini menjabat sebagai personil parlemen dari Morena, partai penguasa di Meksiko.
Aksi ini merupakan buntut dari kegagalan negosiasi pekan lalu. Para pekerja telah menolak kesepakatan bayaran melalui pemungutan suara, dan usulan terbaru dari manajemen IMSS kembali dimentahkan lantaran dianggap tidak memenuhi ekspektasi pekerja di tengah beban kerja nan tinggi.
Laporan di lapangan menunjukkan bahwa pengunjuk rasa terpaksa mengubah rute tindakan mereka menuju Jalan Reforma setelah polisi memasang barikade di alun-alun utama Kota Meksiko. Di letak tersebut, massa menyatakan bakal menggelar tindakan protes tanpa pemisah waktu hingga tuntutan mereka dipenuhi.
Dalam tuntutan nan lebih luas, para nakes mendesak penyelenggaraan kongres pekerja luar biasa. Mereka juga meminta pemerintah meningkatkan alokasi anggaran kesehatan negara secara signifikan, ialah dari 2,5% menjadi 7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) guna menjamin jasa kesehatan publik nan lebih baik. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·