Ribuan Alat Berat Lintas Instansi Bantu Pemulihan Infrastruktur Sumatera

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta - Ribuan perangkat berat terus beraksi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak musibah hidrometeorologi.

Alat-alat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, membuka akses jalan nan terputus, menormalisasi sungai, hingga memulihkan permukiman warga, alat-alat tersebut menjadi salah satu tulang punggung upaya pemulihan nan dikoordinasikan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Besarnya skala penanganan tercermin dari pengerahan sumber daya di lapangan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat telah memobilisasi 1.709 unit perangkat berat di Pulau Sumatera, didukung tambahan armada dari BUMN Karya untuk mempercepat penanganan darurat, pemulihan konektivitas, pengedaran logistik, hingga perbaikan prasarana dasar masyarakat.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan seluruh sumber daya terus dioptimalkan agar masyarakat terdampak dapat segera kembali beraktivitas normal.

"Kami bergerak sigap untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di letak pengungsian terpenuhi," ujar Dody dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Adapun support perangkat berat tersebut tersebar di beragam wilayah terdampak, mulai dari Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang di Aceh, ruas Tarutung-Sibolga di Sumut, hingga area terdampak di Kabupaten Agam, Sumbar

Lebih lanjut, penguatan penanganan tidak hanya datang dari kementerian teknis. Kepolisian RI juga mengerahkan sedikitnya 86 unit perangkat berat dan 18 dump truck di beragam titik terdampak. Di Aceh, perangkat berat bekerja membuka desa nan sempat terisolasi, membersihkan rumah penduduk nan tertimbun lumpur, hingga memperkuat tanggul sungai.

Sementara di Sumbar dan Sumut, perangkat berat difokuskan untuk membuka kembali jalur distribusi, membersihkan area padat penduduk, serta memulihkan akses antarwilayah agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali bergerak.

Kolaborasi pemulihan juga melibatkan BUMN bangunan dan sektor swasta. Dukungan perangkat berat berasal dari Brantas Abipraya, Wijaya Karya, hingga Komatsu nan turut mendistribusikan ekskavator ke wilayah Sumatera. Keterlibatan beragam pihak tersebut memperlihatkan bahwa percepatan pemulihan pascabencana memerlukan gotong royong lintas sektor untuk menjawab kebutuhan lapangan nan sangat dinamis.

Respons sigap juga dilakukan Satgas PRR terhadap kebutuhan spesifik wilayah nan tetap menghadapi ancaman longsor dan banjir berulang. Di Aceh Tengah, permohonan support perangkat berat nan diajukan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga mendapat tindak lanjut langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera.

Lebih lanjut, support nan dikirim mencakup 14 unit dump truck, 4 unit excavator, dan 3 unit backhoe loader, komplit dengan support operator dan bahan bakar untuk mendukung masa pemulihan. Alat berat tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, memperbaiki akses jalan, serta melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan.

"Dengan datangnya support dari Bapak Mendagri ini tentu sangat membantu masyarakat Aceh Tengah. Tadi kami juga baru selesai rapat berbareng 42 desa terdampak musibah nan memang memerlukan perangkat berat ini," ujar Haili Yoga. (akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News