Uni Eropa (UE) tengah mempertimbangkan kebijakan pajak tambahan bagi perusahaan energi menyusul lonjakan nilai minyak dan gas akibat bentrok Iran. Langkah ini ditujukan untuk meredam beban nan ditanggung penduduk di tengah kenaikan biaya energi.
Mengutip AFPNews, usulan ini sebelumnya diutarakan lima Menteri Keuangan (Menkeu) ialah Menkeu Spanyol, Austria, Jerman, Italia, dan Portugal. Kini kelima Menkeu tersebut juga mendesak Belgia untuk mengambil langkah nan sama.
Juru bicara Komisi Eropa, Paula Pinho, mengatakan beragam opsi kebijakan saat ini tengah dikaji, termasuk langkah-langkah nan pernah diterapkan sebelumnya saat krisis energi. Dia memastikan UE bakal memilih kebijakan nan efektif, tepat sasaran, dan berkarakter sementara.
"Kita perlu memandang langkah-langkah efisien dan efektif apa nan telah diambil dan nan tetap sesuai, langkah-langkah mana nan mungkin perlu kita sesuaikan, dibuat lebih terarah, dan lebih terbatas waktunya," kata Pinho dikutip dari AFPNews, Sabtu (11/4).
Pajak darurat serupa diterapkan pada tahun 2022 untuk mengatasi kenaikan nilai daya nan melonjak setelah invasi Rusia ke Ukraina.
Dan pada hari Kamis, ahli ekonomi dan mantan Perdana Menteri Latvia, Valdis Dombrovskis, mengkonfirmasi kepada para personil parlemen Eropa tentang pertimbangan pajak atas untung tak terduga.
"Secara tegas, tidak ada nan mencegah negara-negara personil untuk menerapkan pajak atas untung tak terduga ini lantaran perpajakan langsung pada umumnya berada dalam kompetensi negara-negara anggota," katanya.
"Kami sedang mempertimbangkan apakah kami dapat menerapkan pendekatan nan lebih terkoordinasi di tingkat Eropa. Saat ini sedang dievaluasi,” tambahnya.
Lonjakan nilai daya sendiri dipicu perang di Timur Tengah nan mengganggu pasokan global, termasuk pengedaran melalui Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong nilai daya melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Meski nilai sempat mereda setelah adanya pengumuman gencatan senjata sementara, level nilai daya tetap tergolong tinggi. Hal ini membikin kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan daya beli masyarakat di area Eropa tetap membayangi.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·