Ratusan pengemudi becak motor (bentor) mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) DIY di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (30/7). Mereka meminta penerapan area Malioboro sebagai area full pedestrian tidak dilakukan sebelum kebanyakan bentor beranjak menjadi becak listrik.
Ketua Paguyuban Becak Motor DIY Parmin mengatakan saat ini terdapat sekitar 900 bentor nan beraksi di area Malioboro. Namun, menurutnya, baru sekitar 50 hingga 80 unit nan telah beranjak menjadi becak listrik.
"Bentor di sepanjang Malioboro ada 900 kurang lebihnya. (Yang sudah becak listrik) baru sedikit, baru sekitar 80 alias 50. Sudah dipakai tapi banyak nan rusak," kata Parmin kepada wartawan.
Selain meminta support becak listrik, para pengemudi bentor juga mengeluhkan akibat penerapan Car Free Day (CFD) setiap Sabtu dan Minggu pukul 05.00-09.00 WIB. Mereka menilai pembatasan lampau lintas tersebut mengurangi pendapatan.
"Minggu itu tempat tamu-tamu banyak nan (naik) becak motor. Otomatis mengurangi ekonomi, bisa merugikan teman-teman becak motor," ujarnya.
Parmin berambisi pemerintah segera memberikan support becak listrik agar para pengemudi tetap dapat beraksi ketika kebijakan full pedestrian diterapkan.
"Iya. Selama teman-teman kami belum mendapat support betrik (becak listrik) dari pemerintah ya kami tolong kawan kami bisa mengais rezeki di sepanjang pedestrian. Jangan terus asal menutup," katanya.
Ia menegaskan paguyuban tidak menolak kebijakan full pedestrian, tetapi meminta proses transisi dilakukan setelah para pengemudi memperoleh becak listrik.
"Kami juga mendukung kebijakan full pedestrian lantaran demi ketercapaian pemerintah. Tapi jangan kami dikorbankan," ujarnya.
Dishub Akan Sampaikan Aspirasi
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan aspirasi para pengemudi bentor bakal diteruskan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta.
"Itu memang mengharapkan bahwa pada saat Car Free Day hari Sabtu dan Minggu itu, keinginannya kan, ada separuh jalan digunakan. Nah, ini bakal saya komunikasikan dengan Pemerintah Kota," kata Erni di hadapan massa aksi.
Erni menegaskan Dishub DIY hanya bekerja melaksanakan kebijakan nan telah ditetapkan pemerintah.
"Tetapi jika aspirasi dari Bapak-Bapak bahwa saat ini Bapak-Bapak menghendaki ada separuh jalan digunakan, kami bakal komunikasikan. Saat ini kami memang ada aktivitas di Kota, berjumpa dengan ketua kami, ada Ibu Sekda dan Pak Gubernur tentunya, kami bakal sampaikan aspirasi Bapak-Bapak agar ada kebijakan nan berpihak kepada kebutuhan Bapak-Bapak di lapangan," pungkasnya.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·