Sebanyak 62.710 family menerima rumah subsidi melalui janji massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nan digelar di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan bahwa dalam gelaran itu, sebanyak 200 penerima faedah datang langsung di lokasi, sementara 62.510 penerima lainnya mengikuti aktivitas secara daring.
“Hari ini jumlah penerima faedah rumah subsidi mencapai 62.710 keluarga. Sebanyak 200 penerima faedah dari 10 bank penyalur datang secara langsung di letak acara. Kalau seluruh 62.710 orang hadir, tentu kudu menggunakan stadion nan jauh lebih besar,” kata Maruarar nan berkawan disapa Ara, di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Ara mengatakan seluruh info penerima faedah telah diverifikasi secara by name by address oleh Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), termasuk info identitas penerima, pekerjaan, bank penyalur, besaran angsuran hingga tenor pinjaman.
Maruarar menjelaskan, janji massal kali ini merupakan nan ketiga. Sebelumnya aktivitas serupa digelar untuk 26 ribu unit dan 50 ribu unit rumah subsidi.
Akad Massal di Jatim
Ara juga menyebut pada Desember nanti, Kementerian PKP dengan BP Tapera bakal menggelar janji massal untuk 71 ribu rumah di Jawa Timur.
“Pak Heru (Kepala BP Tapera), siap ya? Akad massal 71 ribu rumah di Jawa Timur tahun ini? Kami minta kesediaan Bapak Presiden datang pada 17 Desember untuk janji massal 71 ribu rumah,” katanya.
Ara mengatakan pemerintah menargetkan jumlah janji massal rumah subsidi terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya. Maruarar menyebut targetnya mencapai 80 ribu hingga 90 ribu rumah pada 2027, dan 100 ribu rumah pada 2028.
“Kami sengaja melakukannya secara berjenjang lantaran kami mau terus belajar dan memperkuat SDM, sistem teknologi informasi, serta tata kelola agar semakin siap,” jelasnya.
Dia juga memastikan kembang KPR rumah subsidi tetap berada di nomor 5 persen meskipun suku kembang referensi Bank Indonesia (BI) alias BI Rate berada di nomor 5,75 persen, dengan duit muka (DP) 1 persen termasuk asuransi.
“Misalnya ada family nan baru mencicil beberapa bulan, kemudian terjadi musibah, maka keluarganya tetap mendapatkan perlindungan asuransi. Jadi rakyat betul-betul terlindungi,” jelasnya.
Ara juga mengeklaim program gentengisasi sudah mulai melangkah dengan baik dan telah dimulai di Majalengka dan Pleret. Menurut dia, tahun ini bakal semakin banyak pekerjaan lantaran terdapat sekitar 400 ribu rumah nan bakal direnovasi dan sekitar 340 ribu rumah subsidi nan dibangun, sehingga UMKM, produsen genteng, toko bangunan, dan ekonomi rakyat ikut tergerak.
Ara mengatakan dari sisi permintaan, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan telah dimanfaatkan sekitar 96 ribu pelaku UMKM.
Dia memandang tingginya minat masyarakat terhadap KUR Perumahan membikin pemerintah meningkatkan kuota pembiayaannya dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Ara juga memaparkan Realestat Indonesia (REI) telah merealisasikan pembangunan rumah subsidi sebanyak 49.709 unit, disusul Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) sebanyak 34.231 unit, dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERA) dengan 16.113 unit.
“Rumah subsidi merupakan solusi nyata bagi rakyat. Ke depan, Pak Dony (Kepala BP BUMN) bakal mulai membangun rumah susun subsidi dimulai dari area Meikarta,” jelasnya.
Dalam kesempatan nan sama, Ara juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turut datang dalam penyerahan 100 ribu sertifikat tanah cuma-cuma bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Timur pada 10 Agustus mendatang.
Tidak hanya itu, Ara mengutarakan harapannya agar Prabowo bisa datang dalam program bedah rumah nan ditargetkan sebanyak 400 ribu unit tahun ini.
“Program bedah rumah berikutnya bakal dilaksanakan di Kabupaten Bogor, lantaran merupakan kabupaten dengan jumlah masyarakat terbesar di Indonesia,” tuturnya.
Pada tahun 2025, jumlah rumah nan direnovasi di Kabupaten Bogor sekitar 1.346 unit dan bakal meningkat sebesar 644 persen pada tahun ini dengan sasaran 10.000 unit.
Kemudian di Kabupaten Tangerang, pada 2025 sekitar 580 unit rumah direnovasi dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi sekitar 4.000 unit.
“Di Jawa Tengah, diprioritaskan Kabupaten Brebes, tahun 2025 hanya sekitar 20 unit, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi sekitar 1.500 unit. Di Kabupaten Batang, tahun lampau belum ada, tahun ini langsung sekitar 1.000 unit,” terangnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·