Seorang ibu berjulukan Agustin Arimardika (33), penduduk Jalan Bagong Ginayan, Kota Surabaya, tengah mencari keberadaan A, putrinya nan berumur 5 tahun. Anaknya itu diduga dibawa paksa oleh mantan suaminya berjulukan Sunardi.
Pencariannya itu diunggah oleh Agustin di Instagramnya. Dalam unggahannya, Agustin meminta support masyarakat nan memandang alias menemukan anaknya untuk memberitahukannya.
Agustin bercerita, peristiwa ini berasal pada awal Maret 2026 saat dirinya mengantarkan putrinya berjumpa dengan ayah kandungnya namalain mantan suaminya di area Keputran, Surabaya. Ia sendiri telah berpisah dengan Sunardi sejak 2024 lalu.
Agustin mengizinkan mantan suaminya untuk berjumpa anaknya dari hari Jumat hingga Minggu.
"Saya berangkat kerja sekalian saya anterin ke rumahnya di Keputran awal Maret sekitar tanggal 1 alias 2 Maret 2026. Sekalian berangkat kerja saya siapkan baju ganti. Niatnya Jumat saya antar dan Minggu saya jemput," kata Agustin saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).
Namun, saat Agustin hendak menjemput anaknya pada Senin siang, Sunardi menolak menyerahkan putrinya dan terjadi cekcok. Bahkan, Sunardi sempat membujuk Agustin untuk berasosiasi badan, namun ditolak. Putrinya itu pun tetap dibawa oleh Sunardi.
"Senin siang saya mau jemput, itu sudah saya jemput di kosan ayahnya di wilayah Simo, di situ malah ngajak cekcok, nggak dikasih ruang sama anak saya," ucapnya.
"Saya enggak mau, kan sudah bukan suami istri. Saya nggak mau, saya diusir, nggak usah jemput, katanya itu anaknya juga. Saya bilang tetap kalem, ini waktunya sekolah, jika libur bisa dibawa lagi. Nggak saya larang untuk ketemu," imbuhnya.
Selang dua minggu kemudian, Agustin menerima info dari family Sunardi bahwa anaknya diduga ditelantarkan oleh mantan suaminya tersebut. Agustin pun diminta untuk segera menjemput anaknya.
Saat ke rumah mantan suaminya untuk menjemput anaknya, Agustin kembali ditolak. Bahkan, kata Agustin, dia mendapat kekerasan dari Sunardi.
"Hari Kamis Minggu kemarin, saya bermohon buat anak saya lantaran kangen. Terus saya dihubungi tetangga. Katanya iba anaknya enggak mandi, jarang makan, nunggu belas iba orang," kata dia.
Agustin mengupayakan segala langkah agar putrinya kembali ke pelukannya, salah satunya dengan memviralkan di media sosialnya.
"Dari situ, mungkin jalan Allah, akhirnya viral dan banyak nan DM. Katanya ngemis di Pasar Keputran, ngamen, ada nan bilang di wilayah Tunjungan Plaza nggak bisa makan, minta-minta makan sakit hatiku dengar gitu," ujar dia.
Selain itu, Agustin juga telah melapor ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB).
"Sekarang sudah diproses DP3A, menunggu dieksekusi jemput paksa. Soalnya keadaan semakin panas dan viral di mana-mana. Masih menunggu waktu nan tepat katanya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, mengatakan bahwa pihaknya telah menangani kasus ini.
"Kami tetap proses penjelasan dan mediasi," kata Ida.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·