Lapas Banjarmasin Cetak 30 Warga Binaan Jadi Pelaku UMKM Sablon

Sedang Trending 51 menit yang lalu

, BANJARMASIN,

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencetak 30 penduduk bimbingan sebagai calon pelaku UMKM sablon. Program training bersertifikat ini digelar untuk mendorong lahirnya produk berbobot ekonomi dan membangun kemandirian setelah masa pidana usai.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, di Banjarmasin, Kamis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian nan didukung oleh Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan.

“Peserta dibekali dengan keahlian menyablon kaos, mug, dan pembuatan lanyard kartu identitas melalui pendampingan pembimbing Rumah Kaos Warna Banjarbaru,” ujar Akhmad Herriansyah. Ia menambahkan bahwa pembimbing mengajarkan teknik penyablonan, penggunaan peralatan, hingga proses produksi agar peserta bisa menghasilkan produk berbobot jual dan siap dikembangkan menjadi upaya mandiri.

Bekal Kemandirian Ekonomi

Akhmad menjelaskan bahwa training ini merupakan upaya membangun kemandirian ekonomi penduduk bimbingan melalui peningkatan keahlian produktif. Program ini sekaligus menjadi cikal bakal lahirnya produk UMKM baru dari Lapas Banjarmasin nan dapat dipromosikan kepada masyarakat luas.

“Semoga training ini berfaedah bagi penduduk binaan. Mudah-mudahan keahlian nan diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya. Ia berambisi hasil karya sablon dari lapas dapat dikenal dan mempunyai daya saing di pasaran.

Apresiasi dan Harapan Kolaborasi

Konsultan Program TJSL PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, Rafy Setya, mengapresiasi antusiasme penduduk bimbingan selama mengikuti pelatihan. Ia berambisi kerjasama ini bisa memotivasi lebih banyak peserta untuk mengembangkan keahlian produktif nan dapat menjadi sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat.

Seorang peserta training berinisial DY mengaku berterima kasih memperoleh kesempatan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia meyakini keahlian menyablon kaos, mug, dan membikin lanyard kartu identitas dapat menjadi bekal untuk merintis upaya secara berdikari setelah menyelesaikan masa pidana nanti.

Melalui program tersebut, Lapas Kelas IIA Banjarmasin dan PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan berupaya melahirkan produk-produk imajinatif nan mempunyai daya saing dan nilai jual. Tujuan utamanya adalah mencetak calon pelaku UMKM baru nan berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setelah penduduk bimbingan menyelesaikan masa pembinaan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional