Raisa Andriana di Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Srikandi Nusantara(MI/Rifaldi Putra Irianto)
PENYANYI Raisa Andriana untuk pertama kalinya membawakan lagu Cahaya Hati, lagu nan bakal dibawakan Raisa secara spesial pada Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Srikandi Nusantara nan bakal berjalan pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.
Bagi Raisa, kesempatan membawakan lagu Cahaya Hati untuk pertama kalinya di hadapan publik menjadi awal dari perjalanan nan bakal bersambung saat dia memerankan Srikandi dalam Hikayat Srikandi Nusantara. Menurutnya, pengalaman kali ini berbeda lantaran dia tidak hanya menyampaikan lagu, tetapi juga kudu memahami perjalanan karakter nan bakal dibawanya di atas panggung.
"Hari ini menjadi momen pertama saya membawakan Cahaya Hati di depan publik. Uniknya, saya rekaman lagu Cahaya Hati ini sebelum saya latihan jadi Srikandi. Pada saat rekaman tetap ngebayangin aja, nah saat tadi kita ngebawain secara live, setelah saya melalui proses latihan di Jogjakarta, itu rasanya beda banget,” kata Raisa dalam konvensi pers di Jakarta, Selasa (4/8).
Seperti diketahui, Raisa untuk pertama kalinya bakal terlibat dalam Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Srikandi Nusantara, musisi berumur 36 tahun itu bakal memerankan karakter Srikandi di pagelaran seni budaya nan memadukan tari, musik, dan teater itu.
“Aku ngerasa lagu Cahaya Hati ini memang corenya Srikandi, tempatnya dia membagikan semangat ke pasukannya maupun semangat ke para penonton,” ujar Raisa.
Sementara itu, Silvi Liswanda, Vice President Director & Deputy CEO iForte sekaligus penulis lirik Cahaya Hati, mengungkap bahwa proses imajinatif lagu ini dimulai dari upaya menerjemahkan nilai-nilai nan diangkat dalam Hikayat Srikandi Nusantara ke dalam karya nan dapat dinikmati masyarakat luas, tanpa kehilangan makna nan mau disampaikan melalui pertunjukan.
"Kami tidak mau Cahaya Hati hanya menjadi lagu untuk sebuah pertunjukan. Lagu ini lahir dari semangat keberanian, keteguhan hati, pengorbanan, dan angan nan diwakili sosok Srikandi, tetapi kami mau nilai-nilai tersebut tetap terasa dekat dengan kehidupan saat ini. Harapannya, siapa pun dapat menikmati lagu ini sebagai sebuah karya, dan ketika menyaksikan pertunjukannya nanti, mereka menemukan makna nan lebih utuh,” kata Silvi.
Komposisi musik lagu Cahaya Hati digarap oleh Eross Candra dengan pendekatan nan memadukan karakter musik terkenal dan nuansa musikal Nusantara. Proses tersebut dilakukan secara kolaboratif berbareng tim imajinatif sejak tahap awal agar perkembangan musik melangkah seiring dengan perkembangan cerita, bukan menjadi komponen nan berdiri sendiri.
Menurut Eross, tantangan terbesar dalam proses pembuatan lagu ini adalah menghadirkan karya nan bisa berdiri sebagai lagu, namun tetap mempunyai ruang untuk berkembang mengikuti dinamika pertunjukan.
“Cahaya Hati bukan dibuat setelah cerita selesai. Sejak awal kami berbincang berbareng tim imajinatif mengenai karakter, emosi, dan perjalanan nan mau dibangun di atas panggung. Karena itu, musiknya ikut bertumbuh berbareng cerita. Tantangan itulah nan membikin proses imajinatif lagu ini berbeda dibandingkan ketika menciptakan sebuah single,” tukasnya. (Rif)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·