
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: EPA)
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada Sabtu (9/5/2026) bahwa dia berpikir perang Ukraina bakal segera berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah dia berjanji bakal meraih kemenangan di Ukraina pada parade Hari Kemenangan Moskow nan paling sederhana dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya rasa masalah ini mengarah pada penyelesaian bentrok Ukraina,” kata Putin kepada wartawan tentang perang Rusia-Ukraina, sebagaimana dilansir RT. Ia juga mengatakan bahwa dia bersedia untuk menegosiasikan pengaturan keamanan baru untuk Eropa, dan bahwa mitra negosiasi pilihannya adalah mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder.
Rusia melancarkan apa nan disebut Kremlin sebagai Operasi Militer Khusus (SMO) ke Ukraina pada 2022, memicu krisis paling serius dalam hubungan antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962, ketika banyak orang cemas bumi berada di periode perang nuklir.
Kremlin mengatakan pembicaraan perdamaian nan dimediasi oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang dihentikan sementara. Putin telah berulang kali berjanji untuk terus berjuang sampai semua tujuan perang Rusia tercapai dalam apa nan disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus".
Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah parade Hari Kemenangan 9 Mei, nan memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Acara tahunan ini memberikan penghormatan kepada 27 juta penduduk Soviet nan tewas dalam perang tersebut.
Pasukan Rusia telah bertempur di Ukraina selama lebih dari empat tahun. Itu lebih lama daripada pasukan Soviet bertempur dalam Perang Dunia Kedua, nan dikenal di Rusia sebagai Perang Patriotik Besar tahun 1941-45.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·