Purbaya Tambah Investasi Rp1,96 Triliun ke IDB, IFAD dan IDA

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Purbaya Tambah Investasi Rp1,96 Triliun ke IDB, IFAD dan IDA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menambah investasi pemerintah ke tiga Lembaga Keuangan Internasional (LKI). (Foto: Okezone.com/IMG)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menambah investasi pemerintah ke tiga Lembaga Keuangan Internasional (LKI) dengan akumulasi total penyediaan biaya Rp1,96 triliun. Seluruh sumber pendanaan dialokasikan langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Langkah tersebut secara resmi dipayungi oleh Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 42 Tahun 2026 tentang Penambahan Investasi Pemerintah Republik Indonesia pada Lembaga Keuangan Internasional Tahun Anggaran 2026. Aturan norma terbaru ini dinyatakan mulai bertindak terhitung sejak tanggal diundangkan pada 24 Juni 2026.

"Investasi pemerintah adalah penempatan sejumlah biaya dan/atau aset finansial dalam jangka panjang untuk investasi dalam corak saham, surat utang dan/atau investasi langsung guna memperoleh faedah ekonomi, sosial dan/atau faedah lainnya bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," bunyi Pasal 1 ayat (2) dari beleid tersebut, dikutip Sabtu (27/6/2026).

Berdasarkan arsip PMK tersebut, pengedaran penempatan biaya tunai pemerintah Indonesia disalurkan secara spesifik kepada tiga lembaga multilateral.

Islamic Development Bank (IDB) menjadi penerima porsi terbesar dengan tambahan biaya investasi mencapai Rp1,69 triliun alias setara USD75,86 juta dalam corak pembayaran tunai. Injeksi ini ditujukan untuk membiayai komitmen kenaikan saham umum keempat, kenaikan saham umum keenam, serta skema kenaikan saham khusus.

International Fund for Agricultural Development (IFAD). Pemerintah menyalurkan penambahan modal tunai senilai Rp49,50 miliar alias setara USD3 juta. Dana penyertaan ini dialokasikan unik untuk mengeksekusi penambahan kepemilikan saham fase ketiga belas.

Terakhir International Development Association (IDA). Lembaga ini mendapatkan kucuran biaya segar sebesar Rp220,27 miliar alias setara USD13,35 juta secara tunai. Pasokan modal tersebut dimanfaatkan untuk mendanai penambahan portofolio saham tahap kesembilan belas, kedua puluh, hingga tahap kedua puluh satu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com