Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah berita nan menyebut namanya masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo. Purbaya mengaku namanya memang kerap dikaitkan dengan beragam posisi strategis setiap kali muncul rumor pergantian pejabat. Namun, dia menegaskan tidak pernah betul-betul menjadi sosok nan dipilih.
"Enggak. Kalau setiap bursa itu saya selalu masuk ke mana-mana, tapi nggak pernah jadi. Jadi saya di sini udah syukur lah," kata Purbaya di Jakarta, kemarin.
Selain menepis rumor pencalonannya sebagai Gubernur BI, Purbaya juga menanggapi berita mengenai kemungkinan Bank Indonesia ditempatkan secara struktural di bawah kementerian. Menurutnya, pembahasan mengenai perubahan tersebut tetap terlalu awal dan bukan langkah nan tepat dilakukan di tengah kondisi saat ini.
"Yang bilang siapa? Nanti kita lihat perkembangan seperti apa, terlalu dini. Jadi gini, ketika keadaan seperti ini, kurang baik merubah sistem nan ada. nan krusial adalah perbaikin kinerjanya kita semua itu," tegasnya.
Alih-alih mengubah sistem kelembagaan nan telah berjalan, Purbaya mengatakan pemerintah memprioritaskan peningkatan keahlian serta memperkuat koordinasi antarotoritas di sektor keuangan. Ia juga mengaku belum mendengar info pasti mengenai rumor pengawasan bank sentral oleh pemerintah. Menurutnya, nan lebih krusial saat ini adalah mempererat sinergi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar respons terhadap dinamika ekonomi dapat melangkah lebih efektif.
"Kita lebih dekat dengan BI, OJK, LPS, dan finansial agar kebijakannya lebih sinergis, gitu aja. Itu nan dikejar mungkin," pungkas Purbaya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·