Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |20:12 WIB

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Kiai Aziz Hakim Syaerozi
JAKARTA - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon melayangkan surat permohonan kepada Ketua Panitia Muktamar NU ke-35, H Syaifullah Yusuf, agar area Cirebon Raya ditunjuk sebagai letak penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Kiai Aziz Hakim Syaerozi mengatakan, kalangan Nahdliyin di wilayah Cirebon dan sekitarnya menginginkan muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu digelar di tanah para ustadz dan pesantren tua.
“Kami berkesimpulan tegas untuk mengusulkan area Cirebon Raya sebagai tempat Muktamar NU ke-35. Ini merupakan aspirasi nahdliyin, seluruh pesantren dan dari beragam kalangan, baik nan berada di Cirebon maupun di luar daerah,” ujar Kiai Aziz Hakim Syaerozi, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, Cirebon mempunyai banyak aspek pendukung nan dinilai layak untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar Nahdlatul Ulama tersebut, mulai dari nilai historis, kekuatan pesantren, hingga kesiapan infrastruktur.
Dia menjelaskan, Cirebon mempunyai hubungan historis nan kuat dengan perjalanan NU. Salah satu pendiri dan tokoh besar NU berasal dari wilayah Cirebon, ialah Kiai M. Abbas Abdul Jamil dan KH Abdullah Abbas. Melalui kiprah kedua ustadz tersebut, Cirebon menjadi salah satu wilayah perintis perkembangan NU di Jawa Barat.
Selain itu, area Cirebon juga dikenal sebagai pusat pesantren tua nan telah melahirkan ribuan santri dan ustadz nan tersebar di beragam wilayah di Indonesia.
Beberapa pesantren besar nan disebutkan antara lain Buntet Pesantren, Pesantren Babakan, Pesantren Benda, dan Pesantren Gedongan nan usianya telah melampaui satu abad.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·