Profil Mariam Al-Asturlabi, Ilmuwan Muslimah Perintis Astrolab Modern

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Profil Mariam Al-Asturlabi, Ilmuwan Muslimah Perintis Astrolab Modern Ilustrasi.(Magnific)

DALAM catatan sejarah sains Islam klasik, nama Mariam Al-Asturlabi (juga dikenal sebagai Al-’Ijliya bint al-’Ijli al-Asturlabi) menonjol sebagai salah satu intelektual wanita paling berpengaruh. Hidup pada abad ke-10 di Aleppo, Suriah, dia merupakan seorang master kreator instrumen astronomi nan karyanya diakui oleh penguasa zamannya.

Pewaris Keahlian dan Inovasi

Mariam tumbuh di lingkungan pengrajin instrumen ilmiah. Ayahnya adalah seorang siswa dari kreator astrolab terkenal di Baghdad. Bakat Mariam nan luar biasa dalam matematika dan kreasi teknis membuatnya melampaui standar pengrajin pada masa itu.

Ketelitiannya menarik perhatian Sayf al-Dawla, pendiri Emirat Aleppo. Kemudian Sayf al-Dawla mempekerjakan Mariam Al-Asturlabi di istana dari tahun 944 hingga 967 Masehi.

Fakta Utama: Mariam Al-Asturlabi dikenal lantaran mengembangkan kreasi astrolab nan lebih kompleks dan presisi. Pada masa itu, astrolab berfaedah sebagai komputer analog untuk menentukan posisi bintang, waktu, hingga arah kiblat.

Kontribusi bagi Ilmu Pengetahuan

Astrolab nan dikembangkan oleh Mariam bukan sekadar perangkat navigasi biasa. Kontribusinya mencakup:

  • Navigasi Maritim: Membantu pelaut menentukan posisi kapal dengan mengukur ketinggian barang langit.
  • Penentuan Waktu: Memungkinkan penghitungan waktu mentari terbit, terbenam, dan waktu salat dengan kecermatan tinggi.
  • Desain Geometris: Meningkatkan estetika dan fungsionalitas piringan astrolab (tympan) untuk beragam garis lintang.

Baca juga : 10 Penemuan Terbesar nan Mengubah Peradaban Manusia dan Dunia

Warisan untuk Dunia Modern

Meskipun namanya sempat terpinggirkan dalam narasi sejarah arus utama, kontribusi Mariam sekarang kembali dirayakan. Pada 1990, suatu asteroid sabuk utama nan ditemukan oleh Henry E. Holt dinamai 7060 Al-'Ijliya sebagai penghormatan atas dedikasinya di bagian astronomi.

Kisah Mariam Al-Asturlabi menjadi bukti nyata bahwa sejak masa keemasan Islam, wanita telah memegang peranan strategis dalam pengembangan teknologi tinggi nan menjadi cikal bakal sistem navigasi dunia (GPS) nan kita gunakan hari ini.

Baca juga: 51 Ilmuwan Muslim paling Berpengaruh dalam Sejarah Peradaban Dunia

Biodata Singkat Detail
Nama Lengkap Al-’Ijliya bint al-’Ijli al-Asturlabi
Era Abad ke-10 (Masa Keemasan Islam)
Lokasi Aleppo, Suriah
Keahlian Utama Pembuat Astrolab (Astronomical Instrument Maker)
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia