Membuat karakter, membikin animasinya, apalagi mengedit video sekarang bisa dilakukan dalam satu aplikasi. Itulah pengalaman baru nan diberikan dalam aktivitas CapCut World.
Pada Sabtu (5/6), kumparan berkesempatan untuk datang di aktivitas CapCut World di Singapura. CapCut world ini adalah rangkaian aktivitas organisasi perdana di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa untuk mengapresiasi dan memberdayakan para pembuat CapCut.
Pada pembukaan rangkaian CapCut World untuk Asia Tenggara nan digelar di Singapura, CapCut mempertemukan lebih dari 300 kreator, personil tim CapCut, hingga pemimpin industri.
Di aktivitas ini, pembuat CapCut dari Singapura, Indonesia, Filipina, Vietnam, hingga Jepang membagikan tips mengedit agar video menjadi lebih menarik dan berkualitas. Mereka juga membagikan cerita panjang menggunakan CapCut sejak pertama kali diluncurkan tahun 2020 lalu.
Lebih dari 85 fitur AI
Dalam aktivitas ini, setidaknya ada 80-an fitur AI nan diperkenalkan. Mulai dari Skill, AI Lab, Edit Pilot, Video Studio, hingga Design Studio.
Misalnya, melalui AI Lab, pembuat dapat mengembangkan buahpikiran awal dengan menjelaskan visi mereka langsung di aplikasi CapCut. Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut melalui Infinite Canvas untuk merangkai cerita, membangun karakter, serta bereksperimen dengan beragam pengambilan gambar dan adegan.
Ketika seluruh komponen siap disatukan, cerita beserta aset dan konteks kreatifnya dapat langsung diteruskan ke penyunting multitrack CapCut. Di sana, fitur penyuntingan berbasis AI, Edit Pilot, bakal mendampingi pembuat mewujudkan visi mereka dengan menerapkan perangkat nan tepat di setiap tahap proses kreatif.
CapCut juga menerapkan beragam langkah transparansi, seperti tanda air tak kasatmata (invisible watermarks) dan Kredensial Konten dari C2PA, agar pembuat dapat lebih mudah berkarya secara bertanggung jawab.
“Sejak awal, CapCut berupaya menyederhanakan proses pembuatan video agar mudah dilakukan oleh lebih banyak orang,” kata Global Head of CapCut, Xiaoqi Fu.
“Berangkat dari pondasi tersebut, CapCut terus menyatukan lebih banyak tahapan dalam proses kreatif, mulai dari penyuntingan dan kreasi hingga beragam fitur baru dengan tetap memastikan kendali atas setiap keputusan imajinatif berada di tangan pengguna,” sambungnya.
1 foto jadi video animasi
kumparan juga diberikan kesempatan untuk mencoba fitur Video Studio. Hanya dengan satu foto dan menuliskan promt, kumparan bisa mendapatkan sebuah video animasi.
Selain itu, kumparan juga sensasi menggunakan Design Studio hingga Edit Pilot.
Bangun rumah dari template CapCut
Salah satu pembuat CapCut nan membagikan kisahnya menggunakan CapCut adalah Erniyati. Erniyati merupakan pembuat CapCut nan berasal dari Sumatera Utara (Sumut).
Erni mulai membikin template pada tahun 2021. Saat itu template editan tetap sederhana.
“Kemampuan terbatas, template pertama hanya slow motion transisi, tapi rupanya dipakai jutaan orang, dipakai beragam negara,” kata Erni.
Sejak itu, Erni terus mengasah kemampuannya dan membikin template-template lainnya. Dari template itu, Erni pun mendapatkan bayaran.
“Awalnya hanya usil saja, saya download CapCut hanya lantaran lihat Story temen, jadi saya ikutan download, akhirnya kayak sekarang. Gak nyangka juga dapat penghargaan dari CapCut dan diundang di CapCut World,” kata dia.
“Iya bener banget bisa bangun rumah sampai nikah dari CapCut, gak nyangka banget,” sambungnya.
660 pengguna
Sejak diluncurkan 2020, CapCut telah menjangkau 660 juta pengguna di lebih dari 170 pasar dan tersedia dalam 30 bahasa, termasuk di Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Timur Tengah, serta beragam wilayah lainnya.
23 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·