Prabowo Bakal Sampaikan Pidato di KTT BRICA 2026, Ini yang Dibahas

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Presiden Prabowo hadiri KTT BRICS India 2026, New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus bakal menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS pada tanggal 12–13 September 2026 di New Delhi, India.

KTT BRICS tahun 2026 mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

Agenda utama KTT ini terdiri dari 2 sesi, ialah satu sesi pertemuan unik BRICS Member Countries (closed session) dengan topik pembahasan “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”.

Sementara satu sesi lainnya Adalah pertemuan dengan BRICS Partner Countries (open session) dengan topik pembahasan 'Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth'.

Didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Prabowo diagendakan menyampaikan pandangan Pemerintah Indonesia pada 2 sesi utama KTT BRICS ialah sesi nan dikhususkan bagi Negara Anggota BRICS dan sesi kedua nan terbuka bagi Negara Anggota dan Mitra BRICS.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan para pemimpin Negara Anggota dan Negara Mitra kali ini mendorong upaya menjaga inklusivitas tata kelola dunia dan memperkuat multilateralisme.

“Beberapa substansi kunci bakal didiskusikan dalam Keketuaan BRICS India 2026, mulai dari topik pengembangan kerangka institusional BRICS, perekonomian dan perdagangan, finansial internasional, perdamaian dan keamanan, energi, ketahanan pangan dan pertanian, digitalisasi dan teknologi, hingga perubahan suasana dan lingkungan,” jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (12/9).

Isu lain di bagian perekonomian ialah reformasi lembaga multilateral seperti WTO, IMF, dan World Bank, kerja sama keuangan, sistem penerapan Local Currency Settlement (LCS), upaya mendorong rantai pasok dunia nan tangguh, serta penegasan pentingnya sistem perdagangan nan terbuka, inklusif, transparan dan berbasis aturan.

BRICS adalah forum kerja sama internasional nan terdiri dari Brasil, Rusia, India, RRT, dan Afrika Selatan. Pada 2024, keanggotaan diperluas dengan Mesir, Ethiopia, Iran dan Persatuan Arab Emirat.

Indonesia resmi berasosiasi pada 1 Januari 2025.

Dalam perkembangannya, BRICS membentuk Partner Countries nan terdiri atas Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan dan Vietnam. BRICS hingga sekarang telah mencakup mewakili 49,5 persen populasi dunia, 40 persen GDP global, dan 26 persen nilai perdagangan global.

Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan nan dijadwalkan bakal datang di New Delhi pada KTT BRICS kali ini antara lain President Xi Jinping (China), President Vladimir Putin (Rusia), President Cyril Ramaphosa (Afrika Selatan), President Masoud Pezeshkian (Iran), President Abdel Fattah El-Sisi (Egypt), President Prabowo Subianto (Indonesia).

Kemudian PM Anwar Ibrahim (Malaysia), PM Abiy Ahmed Ali (Ethiopia), Crown Prince of Abu Dhabi Sheikh Khaled/ Mohamed bin Zayed Al Nahyan (UAE), President Kassym-Jomart Tokayev (Kazakhstan), President Ferdinand R. Marcos Jr. (Philippines), dan President Evariste Ndayishimiye (Burundi).

Prabowo juga didampingi oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Dikti Saintek, dan Sekretaris Kabinet. Sedangkan dari sektor finansial dan moneter, datang juga Gubernur Bank Indonesia dan Wakil Menteri Keuangan, serta dari bumi upaya ikut datang Ketua Umum KADIN Indonesia beserta jajaran.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan