
Pro Kontra Gagasan Nutri-Level Menkes, Netizen Ragu Bisa Berjalan Efektif (Foto: Instagram)
JAKARTA - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin resmi memperkenalkan kebijakan pelabelan “Nutri-Level” untuk minuman siap saji. Kebijakan ini bermaksud memberikan info nan lebih jelas kepada masyarakat mengenai kadar gula dalam minuman nan dikonsumsi.
Dalam konten Budi Gemar Sharing #BGS di IG pribadinya, Budi Gunadi Sadikin mencontohkan satu gelas matcha frappe nan disebut mengandung sekitar 50 gram gula—jumlah nan sudah mencapai pemisah konsumsi gula harian orang dewasa.
“Sekarang saya resmi mengeluarkan Nutri-Level seperti ini, untuk menjelaskan berapa banyak gula nan ada di masing-masing minuman,” ujarnya.
Melalui kebijakan ini, minuman siap saji nantinya bakal diberi label layaknya nilai rapor, mulai dari A hingga D. Semakin rendah kualitas nutrisinya, maka nilainya bakal semakin buruk.
“Nanti setiap minuman siap saji kudu memasang Nutri-Level. Masa sih Anda tetap mau minum nan nilainya D?” tambahnya.
Namun, kebijakan ini menuai pro dan kontra di kalangan warganet. Sebagian pihak mendukung, termasuk tenaga medis seperti Adam Prabata melalui akun X @AdamPrabata.
Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah positif nan pelaksanaannya perlu dikawal. Bahkan, dia mengungkap bahwa penelitian di Singapura menunjukkan pelabelan Nutri-Level dapat menurunkan konsumsi gula secara signifikan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·