Presiden Prabowo Ungkap Rp1.000 Triliun Kebocoran Anggaran, Tegaskan Akan Dihentikan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya berkeinginan keras menutup kebocoran kekayaan bangsa nan ditaksir mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Upaya ini dilakukan untuk memastikan anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal bagi pembangunan prasarana dan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut ditegaskan Presiden dalam pidatonya di aktivitas Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, Kamis.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyinggung kajian sejumlah master nan menyoroti inefisiensi ekonomi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa inefisiensi tersebut merupakan indikasi dari banyaknya kekayaan negara nan bocor. Presiden merujuk pada parameter Incremental Capital Output Ratio (ICOR) nan menjadi tolok ukur efisiensi investasi.

“Apa makna tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor. Mereka nan kasih nilai itu. Mereka hitung bahwa nomor kita, ekonomi kita, ICOR kita 6,5,” kata Presiden Prabowo. ICOR merupakan rasio nan memperlihatkan seberapa besar investasi nan dibutuhkan untuk menghasilkan setiap unit tambahan pertumbuhan ekonomi. Indonesia mencatat skor ICOR sebesar 6,24 pada 2025 dan 6,50 pada 2024.

Dampak ICOR Tinggi terhadap Anggaran

Presiden menjelaskan bahwa skor ICOR 6,24 berfaedah untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 dolar, Indonesia perlu mengeluarkan investasi sekitar 6,24 dolar. Angka ini menunjukkan selisih sekitar 2 dolar jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga. Presiden menekankan bahwa selisih tersebut merupakan representasi dari kebocoran.

“Dua per enam, sepertiga. Ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor. Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, Rp3.700 triliun kurang lebih. Jadi, jika 30 persen bocor, artinya ya lebih Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan. Saya mau tutup ini,” tegas Prabowo. Ia menyoroti praktik penggelembungan nilai nan kerap dilakukan oleh sejumlah pihak, termasuk di dalam lembaga pemerintahan.

Penghematan untuk Program Strategis

Dengan menghentikan praktik-praktik kebocoran tersebut dalam beberapa bulan pertama masa pemerintahannya, Presiden Prabowo menyatakan telah sukses menghemat anggaran sekitar Rp300 triliun. Dana hasil penghematan itu, menurutnya, langsung dialokasikan untuk program-program prioritas nan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Ini nan kita gunakan untuk makan bergizi. Ini nan kita gunakan untuk jembatan tadi nan disebut, 5.000 jembatan kita bangun sampai Desember 2026. Kalau perlu tahun depan kita bangun lebih,” tuturnya. Presiden juga menyampaikan apresiasi atas support dari PKB terhadap arah kebijakan pemerintah.

Pada kesempatan nan sama, Presiden menerima hasil ijtima ustadz PKB. Ijtima tersebut menyatakan support terhadap kebijakan pemerintah untuk memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, serta mewujudkan ketahanan pangan dan energi. Dukungan itu juga mencakup upaya mengembalikan arah pembangunan nasional kepada petunjuk Pancasila dan Pasal 33 UUD, serta memastikan negara melangkah dalam koridor konstitusi dan tata kelola nan baik.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional