Gelombang panas ekstrem nan melanda Prancis dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kematian massal unggas di sejumlah wilayah sentra peternakan. Organisasi peternakan setempat memperkirakan ratusan ribu unggas meninggal akibat suhu tinggi nan memecahkan rekor.
Dampak cuaca panas paling terasa di wilayah Brittany dan Pays de la Loire, dua area nan menjadi pusat produksi unggas terbesar di Prancis. Kedua wilayah itu menyumbang nyaris 60 persen populasi unggas nasional.
Ketua organisasi industri unggas Prancis ANVOL, Yann Nedelec, mengatakan jumlah unggas nan meninggal diperkirakan mencapai ratusan ribu ekor. Namun, pihaknya tetap menghitung total kerugian nan ditimbulkan.
"Kami memandang kematian unggas dalam jumlah sangat besar, baik di peternakan tertutup maupun peternakan terbuka," kata Nadelec dikutip dari Reuters, Kamis (25/6).
Lonjakan kematian hewan ternak membikin sistem pengangkutan buntang kewalahan. Di sejumlah daerah, peternak kudu menunggu lebih lama agar buntang unggas dapat diangkut untuk dimusnahkan.
Seorang peternak ayam di wilayah Pays de la Loire, Clement Blanchard, mengaku kehilangan sekitar 700 ekor ayam hanya dalam beberapa hari terakhir. Dalam kondisi normal, tingkat kematian di peternakannya hanya satu hingga dua ekor per hari.
"Unggas mengalami kondisi nan sama seperti manusia saat cuaca sangat panas. Mereka kesulitan menghadapi suhu ekstrem dan akhirnya banyak nan mati," kata Blanchard.
Akibat meningkatnya jumlah buntang unggas, otoritas pertanian setempat mulai mempertimbangkan opsi penguburan di area peternakan dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan lingkungan.
Gelombang panas tidak hanya berakibat pada sektor unggas. Peternak sapi perah juga mulai merasakan penurunan produktivitas akibat suhu nan terus meningkat.
Peternak sapi di wilayah barat Prancis, Frederic Vincent, mengatakan produksi susu di peternakannya turun sekitar 15 hingga 20 persen dalam beberapa hari terakhir. Menurut dia, suhu tinggi membikin ternak mengurangi konsumsi pakan dan memerlukan lebih banyak air.
"Mereka hanya berdiri di dekat ventilasi dan berupaya mendapatkan udara. Kondisinya sangat berat, baik bagi manusia maupun hewan," ujarnya.
Prancis berbareng sejumlah negara Eropa Barat saat ini tengah menghadapi gelombang panas nan memecahkan rekor suhu. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan kematian, mengganggu aktivitas sekolah, memicu gangguan listrik, hingga berakibat pada sektor pertanian dan peternakan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·