Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta(Antara Foto/ Galih Pradipta)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan pembukaan rute baru Transjabodetabek menyusul tingginya jumlah penumpang di sejumlah rute baru.
Penambahan rute ditujukan untuk memperkuat konektivitas transportasi publik Jakarta dan wilayah penyangga.
Ia mengatakan, jumlah penumpang Transjabodetabek melampaui sasaran awal. Rute Bogor-Blok M, misalnya, semula ditargetkan melayani 2.000 penumpang, tetapi sekarang rata-rata mendekati 10.000 penumpang.
“Saya mendapatkan laporan Transjabodetabek sebagai contoh, Bogor ke Blok M nan dulunya ditargetkan 2.000, sekarang rata-rata sudah nyaris 10.000,” kata Pramono saat konvensi pers realisasi APBD Triwulan III di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10).
Saat ini, kata dia, terdapat 18 rute Transjabodetabek nan menghubungkan Jakarta dengan sejumlah wilayah penyangga, mulai dari Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, hingga Cikarang.
“Maka rute-rute baru untuk Transjabodetabek bakal kita pikirkan untuk membikin konektivitasnya menjadi semakin baik,” ujarnya.
Selain Transjabodetabek, Pemprov DKI juga mendorong penguatan jaringan transportasi publik melalui pengembangan MRT dan LRT Jakarta.
Pada jasa LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai, tiga stasiun, ialah Pramuka, Matraman, dan Proklamasi, tetap dalam proses penyelesaian sehingga belum beroperasi.
Meski demikian, Pramono menyebut jumlah penumpang LRT Jakarta sekarang telah melampaui 11.000 orang per hari, meningkat daripada saat jasa tetap terbatas pada Fase 1A rute Kelapa Gading-Velodrome nan melayani sekitar 4.000 penumpang per hari.
“Saya meyakini jika kemudian tiga stasiun nan sekarang dalam proses penyelesaian itu bisa diselesaikan, pasti peningkatannya juga semakin tinggi,” kata Pramono. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·