Prabowo Tak Akan Hadiri Sidang PBB dan Diwakili Sugiono, Ini Alasannya

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak bakal menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat (AS), pekan depan. Pemerintah menunjuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono untuk memimpin delegasi Indonesia dalam rangkaian High-Level Week (HLW) UNGA ke-81.

Hal ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang. Ia mengatakan keputusan tersebut sesuai dengan pengarahan Presiden Prabowo.

"Kami mengonfirmasi bahwa Head of Delegation adalah Menteri Luar Negeri Republik Indonesia," kata Yvonne dalam press briefing Kemlu di Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

"Arahan Presiden untuk Menlu RI nan datang di UNGA minggu depan, dan lantaran Presiden konsentrasi terhadap urusan domestik," ujarnya.

Sugiono dijadwalkan mengikuti sekitar 22 pertemuan dan agenda selama HLW UNGA ke-81, termasuk General Debate serta sejumlah pertemuan nan diamanatkan PBB. Indonesia bakal membawa pesan mengenai penguatan ketahanan nasional dan regional sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan global.

Selain itu, Indonesia bakal mendorong penguatan multilateralisme, inklusivitas, komitmen terhadap perdamaian bumi termasuk Palestina, serta peran Indonesia sebagai bridge builder. Agenda Indonesia juga mencakup reformasi PBB, penguatan peran Global South, dan penyampaian capaian pembangunan nasional.

Sugiono juga bakal menghadiri sejumlah pertemuan tingkat tinggi, di antaranya forum konsultasi antarnegara kekuatan menengah (middle power) MIKTA dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta melakukan beragam pertemuan bilateral dengan sejumlah negara.

"Tentunya, sebagaimana biasanya, Menlu RI juga bakal melakukan sejumlah pertemuan bilateral. nan dijadwalkan sudah cukup banyak, so it's going to be quite a hectic week di New York," kata Yvonne.

Pemerintah Indonesia juga bakal menggelar resepsi diplomatik di New York sebagai bagian dari kampanye pencalonan Indonesia sebagai personil tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030. HLW UNGA ke-81 tahun ini mengusung tema 'Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations That Delivers for All'.

Yvonne menegaskan kehadiran Sugiono sebagai wakil Indonesia tetap mempunyai berat politik dalam forum internasional tersebut. "Kehadiran Menlu sebagai wakil Indonesia dalam High-Level Week UNGA sesi ke-81 tetap bakal memberikan political weight," ujarnya.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News