Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memastikan kesiapan obat dan kebutuhan kesehatan menyusul peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Ia juga mengimbau masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran virus.
“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah wilayah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan dalam keterangannya, Kamis (17/9).
Peningkatan kasus Influenza A menjadi perhatian setelah sejumlah penduduk mengeluhkan kondisi anak mereka nan mengalami demam tinggi. Keluhan tersebut juga disertai laporan mengenai kepadatan instalasi darurat gawat (IGD) dan kesulitan memperoleh jasa perawatan anak, seperti nan terjadi di Bandung dan Surabaya.
Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui adanya kenaikan kasus Influenza A dalam beberapa waktu terakhir. Namun, dia memastikan kondisi tersebut tetap terkendali dan menyebut peningkatan kasus influenza terjadi secara musiman.
Data surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) Kemenkes menunjukkan aktivitas influenza secara nasional pada minggu ke-34 alias periode hingga 5 September 2026 tetap berada pada level rendah.
Puan meminta pemerintah memberikan info nan jelas kepada masyarakat mengenai kondisi terkini penyebaran Influenza A. Menurutnya, info tersebut diperlukan agar masyarakat tidak mengalami keresahan akibat info nan belum terverifikasi.
“Masyarakat memerlukan info nan dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, golongan nan perlu mendapat perhatian, serta langkah nan kudu dilakukan andaikan personil family mengalami gejala,” tuturnya.
Puan juga mendorong pemerintah memperkuat prasarana kesehatan, khususnya di wilayah nan terdeteksi mengalami penyebaran Influenza A cukup tinggi.
“Pemerintah kudu datang dengan info nan jelas, perlindungan nan mudah dijangkau, dan agunan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk kesiapan jasa di IGD,” jelas Puan.
Puan juga menyoroti golongan anak usia awal nan disebut Kemenkes menjadi golongan paling rentan terdampak kenaikan Influenza A kali ini. Karena itu, dia meminta jasa perawatan kesehatan anak di rumah sakit mendapat perhatian lebih.
“Meskipun seperti nan disampaikan Kemenkes bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan perihal wajar lantaran berkarakter musiman, namun Pemerintah perlu memastikan kesiapan akomodasi kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus,” jelasnya.
Puan kemudian mendorong Kemenkes mengambil kepemimpinan dalam memastikan masyarakat menerima info resmi nan konsisten mengenai perkembangan Influenza A.
“Pemerintah pusat dan wilayah perlu menyampaikan perkembangan keadaan secara terbuka agar family tidak berjuntai pada berita nan belum terverifikasi alias mengambil tindakan pengobatan nan tidak tepat,” ungkap Puan.
“Perlindungan juga kudu dapat dijangkau seluruh family tanpa dibedakan oleh keahlian ekonomi. Anak dari family kurang bisa kudu mempunyai kesempatan nan sama untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan,” sambungnya.
Puan juga meminta pemerintah menyiapkan obat dan kebutuhan kesehatan untuk mengantisipasi kenaikan kasus Influenza A.
“Pemerintah juga kudu bisa memastikan peningkatan kasus dapat ditangani sebelum menimbulkan tekanan nan lebih besar terhadap masyarakat dan akomodasi kesehatan,” ujar Puan.
Menurut Puan, respons pemerintah terhadap peningkatan kasus Influenza A kudu memastikan masyarakat mengetahui akses pertolongan ketika kondisi kesehatan memburuk.
“Penanganan kudu membikin masyarakat mengetahui ke mana kudu mencari pertolongan di saat-saat genting,” tutur Puan.
Influenza A diketahui mudah menular dan dapat menimbulkan indikasi nan lebih berat dibandingkan flu biasa. Gejala nan dapat muncul antara lain demam tinggi nan susah turun, batuk kering, lemas, hingga nyeri badan.
Namun, Menkes menyatakan kenaikan nomor influenza saat ini bukan disebabkan jenis alias strain virus nan berbahaya.
Di tengah peningkatan kasus tersebut, Puan mengimbau masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia mengingatkan pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus.
“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, giat mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.
Puan juga meminta masyarakat nan sedang sakit mengurangi aktivitas dan segera memeriksakan diri andaikan kondisi kesehatan semakin berat.
“Untuk golongan rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu mengandung agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” tutupnya.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·