Presiden Prabowo Subianto memproyeksi dividen BUMN pada tahun 2026 bakal terus meningkat. Ia menargetkan jumlah dividen BUMN dikurangi PMN bisa mencapai Rp 200 triliun pada 2026.
“Dividen BUMN di tahun 2026 ini diproyeksikan kembali naik sampai dengan Rp 200 triliun tanpa ada PMN. Artinya dari 2024 ke 2026 naik dari Rp 53 triliun ke Rp 200 triliun alias bisa dikatakan 4 kali lebih besar. 400 persen meningkatnya tanpa PMN,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Jumat (14/8).
Di samping itu, Prabowo juga berambisi BUMN-BUMN bakal mulai untung pada 2027 awal. Namun, dia tidak mau nomor nan disampaikan tidak sah alias laporan palsu.
“Kita sekarang berambisi di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung. Saudara-saudara, saya juga ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita kudu dapat angka-angka nan benar, nomor nan tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” ujarnya.
Di samping itu, dia juga memamerkan beberapa capaiannya dalam masa pemerintahan selama ini. Menurutnya, dengan perbaikan nan dilakukan, untung BUMN di 2025 juga sudah naik hingga 75,3 persen.
“Karena perbaikan-perbaikan nan kita kerjakan, pada tahun 2025 untung BUMN mencapai Rp 326 triliun. Naik 75,3 persen dari 2024. Rp 326 triliun ini adalah untung tanpa permainan angka,” tutur Prabowo.
51 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·