Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan menjadi Undang-Undang. Prabowo mendorong UU tersebut dituntaskan tahun ini.
"Saya juga memberi petunjuk ke Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera kelak berbareng DPR RI selesaikan rancangan ketenagakerjaan, jika bisa tahun ini juga kudu selesai. Dan Undang-Undang itu kudu berpihak pada kaum buruh, kita berambisi Undang-Undang kita menjamin keadilan seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo di peringatan May Day 2026 di Monas, Jumat (1/5/2026).
Prabowo mengatakan tahun ini memberikan perlindungan bagi rakyat berpenghasilan rendah senilai Rp 500 triliun. Pemerintah juga telah meningkatkan bayaran minimum hingga penyediaan rumah bersubsidi.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan soal pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Prabowo menilai PRT tidak pernah dibayar bayaran secara jelas.
"Kalau tidak salah ini adalah perjuangan lama, perjuangan 22 tahun apalagi selama republik berdiri belum pernah ada Undang-Undang perlindungan pekerja rumah tangga," ujar Prabowo.
"Selama ini pekerja-pekerja rumah tangga entah dibayar bayaran berapa, tidak jelas. Sekarang pertama kali dalam sejarah NKRI kita sahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga," imbuhnya.
Prabowo kembali menyampaikan terima kasih diundang datang di tengah-tengah massa buruh. Bagi Prabowo, kaum buruh, tani dan nelayan mempunyai kejujuran.
"Yang saya sedih orang makin banyak pangkat makin nggak jelas. Saya heran makin pinter, banyak nan pinter-pinter maling, nggak abis pikir aku," kata Prabowo. (idn/gbr)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·