Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti berjamu ke SMPN 3 Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, pada Jumat (19/6).
Di sana, Mu'ti melakukan peletakan batu pertama program revitalisasi satuan pendidikan tersebut.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian peninjauan langsung program peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Didampingi Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga dan Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, Mu'ti meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah sebelum mengikuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi.
Mu'ti juga menyerahkan support peningkatan mutu SMP tahun 2026 kepada pihak sekolah.
Mu'ti mengatakan pemerintah terus memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah di wilayah 3T melalui program revitalisasi bangunan, support internet, hingga penyediaan listrik.
"Tadi juga kami menyerahkan support untuk Starlink sehingga sekolah-sekolah nan selama ini belum ada jaringan internetnya dapat menggunakan akomodasi terutama adalah Interactive Flat Panel (IFP) dengan sebaik-baiknya dan juga support untuk jaringan listrik untuk sekolah nan belum ada listriknya," kata Mu'ti di SMPN 3 Sitolu Ori, Jumat (19/6).
Ia menyebut program tersebut merupakan corak komitmen pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan jasa pendidikan di wilayah nan selama ini menghadapi beragam keterbatasan.
"Ini menunjukkan komitmen pemerintah Bapak Presiden Prabowo sesuai dengan pengarahan beliau kepada kami untuk memberikan perhatian pendidikan di daerah-daerah 3T dan ini sudah kami lakukan pembangunannya," ujarnya.
Alokasi Anggaran dari Tahun ke Tahun
Menurut Mu'ti, pada 2025 pemerintah mengalokasikan support revitalisasi untuk 32 sekolah di Kabupaten Nias Utara senilai Rp 48,6 miliar.
"Kami tadi secara simbolis menandatangani sekolah-sekolah nan mendapat support 2025 sebesar Rp 48,6 miliar nan dialokasikan untuk 32 sekolah. 2 PAUD, 13 SD, 15 SMP, dan 2 SMA," katanya.
Sementara untuk tahun 2026, pemerintah telah mengalokasikan support revitalisasi tahap awal bagi 21 sekolah dengan nilai sementara Rp 20 miliar.
"Kemudian untuk tahun 2026, ini untuk sementara, mungkin kelak tetap bisa ada penambahan. Sekarang ini 21 sekolah. Ini 16 sudah disalurkan bantuannya dan nilainya untuk sementara Rp 20 miliar. Terdiri atas 3 PAUD, 8 SD, 2 SMA, dan 8 SMP," jelas Mu'ti.
Mu'ti berambisi pembangunan dan beragam support nan diberikan pemerintah dapat meningkatkan kualitas jasa pendidikan bagi siswa di Nias Utara.
"Mudah-mudahan dengan pembangunan dan support nan kita berikan, bisa meningkatkan kualitas jasa pendidikan untuk seluruh anak Indonesia," kata Mu'ti.
Diharapkan Semangat Siswa-Guru Meningkat
Pada kesempatan nan sama, Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga berambisi revitalisasi sekolah dapat meningkatkan semangat belajar siswa maupun guru.
"Hari ini kita sudah meninjau beberapa titik nan merupakan bagian dari perwujudan revitalisasi. Harapannya, setelah revitalisasi ini selesai, semangat dari guru, semangat dari siswa, boleh bertambah untuk belajar," kata Sabam.
Ia berambisi peningkatan akomodasi pendidikan dapat mendorong lahirnya generasi muda Nias Utara nan bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·