Prabowo Minta BRIN-Unhan Buat Teknologi Desalinasi di Daerah Terdampak Gempa NTT

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsi di Lapangan Bhayangkari Mbai, Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto meminta BRIN hingga Unhan membangun teknologi desalinasi di wilayah terdampak gempa NTT. Teknologi ini dibutuhkan mengingat para korban kesulitan mendapat air bersih.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi penanganan gempa NTT di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).

“Saya minta BRIN, mungkin dengan Unhan, TNI, dan fakultas-fakultas teknik, saya minta teknologi desalinasi untuk nan kita bisa bangun sendiri jadi segera dikirim ke daerah-daerah nan sangat membutuhkan,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat menjadi bagian krusial dalam memastikan kesiapan air bagi masyarakat di wilayah nan menghadapi keterbatasan.

“Air sangat penting. Jadi selain jangka pendek, kita kudu berpikir melakukan upaya-upaya jangka menengah dan jangka panjang,” tegas Presiden.

Prabowo menilai, perkembangan teknologi telah membikin teknologi desalinasi semakin memungkinkan untuk diterapkan secara luas. Teknologi tersebut dapat menjadi salah satu solusi nan sesuai dengan karakter wilayah NTT.

“Musibah musibah itu memicu kita untuk berpikir lebih kreatif. Dengan ini, kita sadar bahwa untuk wilayah sini penghijauan, dan air, ini kita sekarang sudah ada teknologi sains dan teknologi sudah membikin banyak teknologi jadi makin murah," ungkap Prabowo.

"Desalinasi 30 tahun nan lampau tidak terjangkau, hanya bangsa nan kaya nan bisa. Sekarang kita bisa bikin desalinasi untuk tingkat desa,” tutur Prabowo.

Mendagri Tito Karnavian pastikan percepatan jasa Adminduk, publikasi arsip gratis, dan optimasi Bantuan Presiden dalam rapat berbareng Presiden Prabowo di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Kemendagri RI

Teknologi desalinasi juga menurutnya perlu untuk diintegrasikan dengan pengembangan energi, khususnya berbasis daya baru terbarukan (EBT).

"Di sini juga jika perlu mungkin, ya gunung-gunung nan belum produktif kita bikin PLTS, PLTS, PLTS. Berapa gigawatt PLTS di sini untuk sumber daya untuk proyek-proyek ekonomi nan bisa produktif. Saya optimis wilayah sini kelak bisa jadi sumber pangan bangsa dan dunia," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan