Heboh Pria di Bali Jadi 'Kiper' untuk Turis WNA, Polisi Selidiki

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Ilustrasi berasosiasi seksual. Foto: Aloha Hawaii/Shutterstock

Fenomena "kiper" alias laki-laki lokal nan menawarkan jasa seksual kepada penduduk negara asing (WNA) di Bali mencuat dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam praktiknya, relasi antara "kiper" dan visitor asing — utamanya visitor wanita — dapat bermulai dari pertemanan. Pria lokal tersebut berkedudukan sebagai kawan jalan alias pemandu informal, kemudian hubungan berkembang ke arah seksual nan berbasis transaksi.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba memastikan belum ada laporan mengenai praktik tersebut di Polres Badung. Meski demikian, Polres Badung bakal tetap melakukan pemantauan terhadap tempat-tempat upaya pariwisata di Bali untuk mengantisipasi praktik tersebut.

"Kami bakal tetap melakukan pemantauan, mengimbau kepada tempat usaha, serta melakukan langkah-langkah pencegahan agar hal-hal tersebut tidak terjadi kembali," kata Joseph saat diwawancarai di Mapolres Badung, Kamis (27/8).

Joseph menegaskan, andaikan terdapat kasus pelanggaran kesusilaan nan dilaporkan ke Polres Badung, kepolisian bakal langsung menanganinya sesuai dengan peraturan nan berlaku.

"Kami tangani jika kami temukan alias ada dari masyarakat nan melaporkan kejadian seperti itu. Kami tangani," ucapnya.

Berawal dari Kebutuhan Ekonomi

Berdasarkan jurnal nan ditulis Made Kurnia Widiastuti Giri (2018) nan juga seorang pengajar dan peneliti di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengenai kejadian "kiper" di Pantai Lovina (Buleleng), praktik tersebut muncul salah satunya lantaran aspek kebutuhan ekonomi.

Para laki-laki tersebut menjalin pertemanan dengan visitor asing nan ditemui di restoran alias pantai. Mereka kemudian membujuk visitor berjalan layaknya pemandu wisata. Dari hubungan tersebut, hubungan dapat berkembang ke arah seksual.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan