Prabowo Lanjutkan Efisiensi Anggaran Sampai 2027

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan shopping negara pada 2027 berada di kisaran 13,62% hingga 14,80% dari produk domestik bruto (PDB). Hal itu tertera dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai pembukaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya bakal terus meningkatkan kualitas shopping negara melalui upaya efisiensi dan refocusing anggaran. Tujuannya agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran dan memberikan akibat nyata bagi perekonomian dan masyarakat.

"Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas shopping negara melalui upaya efisiensi dan refocusing agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran dan bisa memberikan akibat nyata bagi perekonomian dan masyarakat," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejalan dengan perihal tersebut, efektivitas subsidi dan perlindungan sosial bakal terus didorong dalam rangka melindungi daya beli masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Bantuan sosial dan subsidi secara berjenjang diarahkan agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

"Pemerintah secara berjenjang mendorong support sosial dan subsidi nan lebih tepat sasaran dan berkeadilan, serta berbasis penerima faedah langsung dengan memanfaatkan info tunggal sosial ekonomi nasional (DTSN). Program-program perlindungan sosial berbasis pemberdayaan juga terus didorong dan diperkuat," ucap Purbaya.

Selain itu, Purbaya menyebut sinergi antar program perlindungan sosial dari beragam K/L terus diperkuat agar intervensi nan dilakukan semakin terpadu, saling melengkapi dan bisa memberikan akibat lebih signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di samping itu, aktivitas shopping pusat dan wilayah terus ditingkatkan melalui penguatan sinergi dan pengharmonisan shopping pusat dan daerah. Langkah ini diarahkan agar shopping wilayah semakin optimal dalam meningkatkan kualitas jasa publik dan pembangunan di daerah, serta mendukung pencapaian program prioritas nasional.

"Sejalan dengan itu, penguatan shopping K/L di wilayah juga terus didorong melalui sinergi program nan alokasi penerimaan faedah berada di wilayah seperti percepatan MBG, penguatan Kopdes merah Putih, Sekolah Rakyat dan pemeriksaan kesehatan gratis," beber Purbaya.

(aid/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance