Prabowo: Kita Sekarang Berada Dalam Kondisi Harus Survival

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia sekarang berada dalam kondisi kudu memperkuat (survival). Penekanan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Mulanya, kepala negara menjelaskan, Indonesia selalu menjadi sasaran kekuatan maupun negara nan mau mengambil kekayaan alam. Saat menerima mandat dan dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024, Prabowo mengaku menghadapi tantangan dan kesulitan dengan berani.

"Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif alias berupaya untuk menyenangkan orang lain. Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan, nan intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Atau lanjut dia, meneruskan sistem nan mengakibatkan kekayaan Indonesia diambil ke luar negeri tahun demi tahun melalui segala praktik nan dianggapnya sebagai penipuan.

"Bangsa kita ditipu, rakyat kita ditipu, pemerintah kita ditipu, para mahir hukum, para mahir pidana bakal membenarkan. Coba apakah ada pemimpin politik alias mahir norma nan bakal berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran?," tanya Prabowo.

"Penyelundupan adalah seumpama menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah upaya untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita," lanjutnya.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu pun menyinggung beragam corak penyelundupan ke dalam negeri dan luar negeri, mulai dari narkotika, timah, emas, batubara, kayu, bahan bakar minyak (BBM), hingga pupuk.

"Bagaimana bisa ada nan mengatakan bahwa sistem nan mengizinkan penyelundupan jalan terus boleh kita pertahankan. Inti nan mau saya sampaikan dan sudah acapkali saya sampaikan adalah kita sekarang berada dalam kondisi kudu survival, kita kudu bertahan, kita kudu menyelamatkan kekayaan kita," kata Prabowo.

"Kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah seumpama darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat. Kita berada dalam kondisi kudu survive dan ini tidak hanya kita, banyak negara di bumi sekarang mengalami seperti kita. Dalam keadaan survival nan utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat," lanjutnya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑