Prabowo Heran Ada Profesor Indonesia tapi Bela Kepentingan Asing

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia berani berpikir dan tidak mudah dipengaruhi pihak lain. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan pengetahuan bagi generasi penerus bangsa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).

Prabowo awalnya menyoroti motto Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Menurutnya motto itu sama dengan nilai-nilai nan ada di Akademi Militer Indonesia (Akmil).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berbudi tinggi, kudu beradab tinggi, jujur, ikhlas, nggak boleh jadi koruptor, jangan berpura-pura beradab tinggi, pura-pura ikhlas, pura-pura jujur, begitu dikasih kepercayaan jabatan, nyolong," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo kemudian menyinggung pentingnya membangun bangsa nan kuat agar Indonesia tidak kembali berada di bawah pengaruh bangsa lain. Menurutnya, kekuatan tersebut kudu dibangun dengan belajar dan berani mengakui kelemahan sendiri.

"Kita kudu jujur kepada diri kita sendiri, kita kudu berani memandang kelemahan-kelemahan kita. Gampang untuk kita bicara dengan hebat, susah untuk kita lihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri," kata Prabowo.

Ia kemudian menekankan pentingnya generasi penerus mempunyai pengetahuan luas. Menurutnya, pemimpin Indonesia kudu mempunyai keahlian untuk memahami persoalan dan tidak mudah dibohongi pihak lain.

"Pemimpin Indonesia kudu pintar. Jangan dibohongi orang. Jangan dibodohin," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mengaku heran ketika ada kalangan akademisi bergelar guru besar nan dinilainya tidak bisa memandang ketidakadilan.

"Aku heran kadang-kadang profesor, tapi tidak bisa memandang ketidakadilan. Profesor nan justru malah memihak kepentingan orang-orang asing," lanjutnya.

Selain mempunyai pengetahuan luas, Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia kudu mempunyai kebebasan berpikir. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut kudu disertai keberanian untuk berpikir secara benar.

"Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka nan tidak ada niat baik terhadap kita," kata Prabowo.

Prabowo juga kembali mengingatkan pengalaman Indonesia nan pernah dijajah bangsa lain. Menurutnya, pengalaman tersebut kudu menjadi pelajaran agar Indonesia tidak kembali berada dalam posisi nan lemah.

"Kita pernah dijajah oleh bangsa lain, itu realita nan pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, pendahulu-pendahulu kita, dia berjuang, dia melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain," ujarnya.

"Ini pahit, tapi kita kudu berani mengakui, dan kita kudu belajar dari situ, dan kita kudu bertekad, jangan sekali-sekali kita bakal dijajah kembali oleh siapapun," lanjut Prabowo.

Ia mengatakan Indonesia kudu mempunyai kekuatan agar dapat membantu bangsa lain nan mengalami penindasan.

"Kita kudu kuat, lantaran kita dengan kekuatan, jika kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita nan tertindas dan nan ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan, gimana kita bisa membantu?" kata Prabowo.

(lau/har)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional