Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto hari ini menyaksikan penyerahan duit hasil rampasan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) senilai Rp 10,2 triliun ke negara. Prabowo mengatakan bulan depan bakal ada penyerahan duit rampasan koruptor senilai Rp 49 triliun.
Awalnya, Prabowo mengatakan mendapat info bahwa bakal ada penyerahan duit Rp 11 triliun, kemudian ada juga nan melapor tentang duit Rp 39 triliun milik koruptor nan disimpan di rekening tidak jelas. Menurut Prabowo, duit itu nantinya bakal dirampas negara.
"Saya dapat bisikan bulan depan bakal ada penyerahan Rp 11 triliun, katanya, dan saya juga dapat laporan bahwa juga ada kurang lebih Rp 39 triliun duit uang nan tidak jelas, para koruptor alias para pidana itu mungkin entah sudah lari dari Indonesia alias sudah meninggal dan uangnya ketinggalan di rekening rekening nggak jelas," katanya.
"Mungkin dia banyak istri muda, alias piaraan-piaraan, jadi istri-istrinya, mahir warisnya tidak tahu bahwa dia punya duit di bank-bank tersebut, sudah sekian tahun tidak diurus," imbuhnya.
Prabowo mengatakan, jika duit itu tidak diurus oleh mahir warisnya, duit itu bakal dirampas untuk negara.
"Ya saya katakan jika sekian tahun tidak diurus, dan sudah 1 tahun kita umumkan, umumkan nggak ada nan datang ya sudah pindahin untuk rakyat, jadi bulan depan kurang lebih ada Rp 49 triliun," katanya.
Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH nan telah membuktikan kinerjanya. Dia mengatakan saat ini rakyat Indonesia butuh bukti bukan sekadar janji.
"Saya atas nama negara dan bangsa, atas nama pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia menyampaikan terima kasih kepada seluruh personil Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, saya kira saudara-saudara acara-acara seperti ini jangan kita anggap hanya ceremony alias show, tapi pandangan saya alias kepercayaan saya bangsa Indonesia, rakyat Indonesia sudah pada tahap bahwa rakyat kita mau memandang bukti," pungkasnya.
(zap/dhn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·