Lamine Yamal Ukir Sejarah, Cetak Gol di Piala Dunia sebelum 19 Tahun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Lamine Yamal Ukir Sejarah, Cetak Gol di Piala Dunia sebelum 19 Tahun Arsip: Penyerang Timnas Spanyol Mikel Oyarzabal merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Timnas Turki pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion de la Cartuja, Sevilla, Selasa (18/11/2025) waktu setempat.(UEFA.com)

LAMINE Yamal kembali membuktikan dirinya bukan sekadar wonderkid, tetapi juga “jimat keberuntungan” bagi Timnas Spanyol. La Roja tercatat belum pernah kalah dalam 21 pertandingan terakhir ketika pemain berumur muda itu turun sebagai starter, dan rekor tersebut bersambung saat menghadapi Arab Saudi pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Minggu (21/6) malam WIB.

Dalam laga nan berhujung dengan kelebihan telak 3-0 di babak pertama tersebut, Yamal langsung memberi akibat nyata. Gol cepatnya pada menit ke-10 membuka jalan kekuasaan Spanyol, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain muda paling berpengaruh di panggung bumi saat ini.

Jimat Keberuntungan nan Tak Terbantahkan

Sejak pertama kali dipercaya sebagai starter, Yamal selalu membawa aura positif bagi skuad didikan Luis de la Fuente. Statistik menunjukkan Spanyol tak terkalahkan dalam 21 laga terakhir saat dirinya tampil sejak awal (15 menang, 6 imbang). Catatan ini semakin menguat seiring kontribusi krusialnya di Amerika Serikat.

Gol ke gawang Arab Saudi juga menempatkan Yamal dalam kitab sejarah. Ia resmi menjadi pemain ketujuh dalam sejarah sepak bola nan bisa mencetak gol di putaran final Piala Dunia sebelum berumur 19 tahun. Selain itu, dia menjadi pemain pertama nan pernah menjadi starter di Euro dan Piala Dunia pada usia 18 tahun alias lebih muda.

Di sisi lain, kapten Arab Saudi Salem Al-Dawsari nan diharapkan menjadi pembeda tetap terisolasi di lini depan. Al-Dawsari memerlukan dua gol lagi untuk melewati rekor Keisuke Honda sebagai pencetak gol terbanyak pemain Asia di sejarah Piala Dunia, namun hingga turun minum, dia belum mendapatkan kesempatan bersih.

Proses Terjadinya Pesta Gol La Roja

Dominasi Spanyol sudah terlihat sejak peluit pertama dibunyikan. Gol pembuka lahir di menit ke-10 berasal dari kesalahan tendangan gawang Arab Saudi. Mikel Oyarzabal nan sukses merebut bola mengirimkan umpan silang rendah nan diselesaikan dengan sempurna oleh Lamine Yamal di tiang jauh.

Mikel Oyarzabal kemudian menggandakan kelebihan pada menit ke-21. Berawal dari sepak pojok Yamal nan disapu pertahanan lawan, Dani Olmo mengirim bola kembali ke kotak penalti. Aymeric Laporte memenangkan duel udara, dan Oyarzabal dengan sigap menyambar bola mendahului bek musuh untuk menggetarkan jala Mohammed Al-Owais.

Hanya berselang tiga menit, Oyarzabal mencetak gol keduanya. Kerja sama apik antara Pau Cubarsi dan Marc Cucurella di sisi kiri diakhiri dengan sundulan Dani Olmo ke mulut gawang nan langsung dikonversi Oyarzabal menjadi gol ketiga Spanyol.

Statistik Babak I Spanyol vs Arab Saudi:

Penguasaan Bola 74% - 26%
Total Tembakan 16 - 2
Tembakan Tepat Sasaran 6 - 0

Dominasi Total di Atlanta

Spanyol tampil sangat dominan dengan penguasaan bola mencapai 74 persen. Arab Saudi nan diasuh Georgios Donis mencoba memperkuat dengan blok rendah dalam susunan 5-3-2, namun mereka tak bisa keluar dari tekanan dahsyat lini tengah Spanyol nan dikomandoi Rodri dan Pedri.

The Green Falcons hanya mencatat dua percobaan tanpa satu pun nan menakut-nakuti gawang Unai Simon. Dengan performa klinis ini, Spanyol tidak hanya mengincar kemenangan perdana di Grup H setelah sebelumnya ditahan seri Tanjung Verde, tetapi juga mengirim pesan kuat sebagai kandidat juara Piala Dunia 2026. (Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia