Bangkai rangkaian Commuter Line ditutup kain terpal masih berada di letak kejadian di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026), dua hari setelah kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Di sekitar rel, terlihat pintu KRL tergeletak di antara serpihan material nan berserakan. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Di sepanjang jalur, bercampur dengan beragam komponen kereta nan terlepas akibat benturan. Jumlah korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek nan menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah menjadi 15 orang hingga Selasa. Angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya nan mencatat 14 korban meninggal dunia. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Kepala Bidang Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting membenarkan penambahan jumlah korban tersebut. Ia menyampaikan bahwa info terbaru menunjukkan total korban meninggal bumi sekarang mencapai 15 orang, sementara rincian korban luka belum diperbarui. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Senin malam, bermulai dari sebuah taksi nan tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur sehingga membikin KRL tertahan. Dalam waktu bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek nan melaju dari belakang tidak dapat mengelak dan menabrak rangkaian KRL. Sebelumnya, info pada selasa pukul 08.45 WIB mencatat 14 orang meninggal bumi dan 84 orang mengalami luka-luka. (REUTERS/Willy Kurniawan)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·