Ratusan orang berkumpul di Southampton pada hari Selasa (2/6/2926) untuk memprotes pembunuhan Henry Nowak nan diborgol saat sekarat akibat luka tusukan. (REUTERS/Isabel Infantes)
Protes dimulai di luar Kantor Polisi Pusat Southampton sebelum berbanjar ke dekat letak kejadian dan mengakibatkan bentrok dengan polisi. (REUTERS/Isabel Infantes)
Para pengunjuk rasa melemparkan batu bata, tempat sampah, dan benda-benda lain ke arah petugas polisi, nan kemudian membalas dengan semprotan merica dan menggunakan perisai anti huru hara. (REUTERS/Isabel Infantes)
Protes tersebut diikuti oleh beberapa ratus orang nan meneriakkan "Saya tidak bisa bernapas", termasuk aktivis anti-imigrasi Tommy Robinson. (REUTERS/Isabel Infantes)
Polisi Inggris menghadapi kecaman nasional pada hari Selasa atas kasus kontroversial mahasiswa berumur 18 tahun nan diborgol saat sekarat akibat luka tusukan setelah pembunuhnya secara keliru menuduh serangan itu bermotivasi rasial. (REUTERS/Isabel Infantes)
Henry Nowak meninggal setelah serangan pisau di kota Southampton, Inggris selatan, Desember lalu. (REUTERS/Isabel Infantes)
Pembunuhnya, Vickrum Digwa, seorang laki-laki Sikh berumur 23 tahun, dijatuhi balasan penjara seumur hidup pada Senin (1/6/2026), setelah mendusta kepada polisi pada saat itu bahwa Nowak telah menyerangnya. Protes-protes lain telah diumumkan untuk minggu ini. (REUTERS/Isabel Infantes)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·