Populer: Mandiri Buka Rekening Botok; PSEL Bekasi Mulai Dibangun

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ilustrasi Bank Mandiri. Foto: Shutterstock

Pengaktifan kembali rekening Supriyono namalain Botok oleh Bank Mandiri menjadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Rabu (26/8). Berita terkenal lainnya adalah dimulainya pembangunan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:

Bank Mandiri Dipastikan Buka Kembali Rekening Botok sebelum Batas 5 Hari Kerja

Ilustrasi Bank Mandiri Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bank Mandiri berkoordinasi dengan Komisi III DPR RI dan Polda Metro Jaya untuk segera memulihkan transaksi rekening milik Supriyono namalain Botok. Penundaan transaksi ini dihentikan setelah pihak kepolisian melakukan penjelasan norma mengenai aktivitas pengumpulan bantuan nan sempat ramai di media sosial. Langkah pemulihan ini diproses lebih sigap dari pemisah maksimal 5 hari kerja nan diatur oleh undang-undang guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta kewenangan penyampaian pendapat nasabah.

Dari sisi keahlian keuangan, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan memastikan operasional perbankan tetap melangkah normal dan stabil. Sentimen ini tidak memicu tindakan penarikan biaya secara besar-besaran oleh nasabah, dan pergerakan nilai saham emiten perbankan pelat merah tersebut dinilai berfluktuasi secara wajar akibat dinamika pasar dan kondisi makroekonomi umum.

PSEL Kota Bekasi Mulai Dibangun, Danantara Targetkan Rampung Akhir 2027

Peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

PT Danantara Investment Management (DIM) berbareng PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmi memulai pembangunan akomodasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantargebang, dengan nilai investasi sekitar Rp 3 triliun. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada akhir 2027 alias awal 2028 dengan kapabilitas pengolahan sampah mencapai 1.500 ton per hari. Nilai investasi nan masif ini diproyeksikan bisa menyerap 1.000 lapangan kerja hijau dan mereduksi kebutuhan lahan TPA hingga 90 persen.

Secara akibat lingkungan dan energi, PSEL ini dirancang untuk mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun alias setara dengan 70 persen timbunan sampah Kota Bekasi, sekaligus menekan emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO2 per tahun. Pasokan listrik nan dihasilkan dari akomodasi ini diproyeksikan bisa menyuplai kebutuhan daya bagi sekitar 55 ribu rumah di wilayah Bekasi melalui jaringan transmisi sepanjang 5 kilometer nan disiapkan oleh PT PLN (Persero).

Di tingkat nasional, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat proyeksi timbulan sampah nasional bakal mencapai 146.780 ton per hari pada tahun 2029. Upaya pengembangan teknologi PSEL secara nasional diharapkan bisa berkontribusi menyelesaikan 22,5 persen dari total timbunan sampah tersebut, sementara sisa pengelolaan bakal didistribusikan melalui metode organik dari sumber sebesar 12,4 persen, TPS3R dan bank sampah 19,8 persen, serta TPST-RDF industri semen sebesar 25,3 persen.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan