Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Rumah Adat di Medan, Dipicu Anak Main Korek

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Kebakaran. Foto: Shutterstock

Polisi mengungkap penyebab kebakaran nan menghanguskan rumah budaya Batak di area Monumen Sisingamangaraja, Kota Medan. Dari hasil penyelidikan, kebakaran dipicu ulah seorang anak berumur 13 tahun berinisial M nan bermain dengan korek api dan kaleng jejak obat nyamuk semprot.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan, mengatakan pihaknya telah mengamankan anak berinisial M untuk dimintai keterangan mengenai peristiwa tersebut.

"Jadi, kami mengamankan seorang anak nan diduga menyebabkan kebakaran di rumah budaya Batak nan berada di Monumen Sisingamangaraja. Tadi pagi kami mengamankan anak tersebut," kata Poltak, Sabtu (27/6).

Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan anak tersebut tidak mempunyai niat untuk membakar bangunan.

Poltak menjelaskan, peristiwa itu bermulai saat M bermain di sekitar letak pada 22 Juni. Saat itu, dia menemukan kaleng jejak obat nyamuk semprot, lampau menyemprotkannya sembari menyalakan korek api nan dibawanya.

"Anak tersebut hanya bermain-main di lokasi. Dia memandang kaleng Baygon bekas, lampau lantaran membawa mancis, kaleng itu disemprotkan sembari menyalakan api. Dia tidak tahu jika tindakannya bakal berakibat hingga membakar rumah budaya Batak," ujar Poltak.

Api kemudian dengan sigap membesar dan menyambar gedung rumah adat. Melihat kobaran api, anak tersebut sempat berupaya memadamkannya. Namun, api telanjur membesar sehingga dia ketakutan dan meninggalkan lokasi.

"Dia sempat mencoba memadamkan api, tetapi api sigap membesar lantaran cuaca saat itu cukup terik. Akhirnya dia ketakutan dan meninggalkan rumah budaya tersebut," katanya.

Poltak menegaskan, berasas hasil penyelidikan, tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Polisi awalnya sempat menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Namun, setelah melakukan pendalaman dan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), penyebab sebenarnya sukses terungkap.

"Setelah penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa rekaman CCTV, terlihat anak tersebut berada di lokasi. Dari situlah kami melakukan pencarian terhadap anak nan menyebabkan kebakaran tersebut," jelasnya.

Karena tidak ditemukan unsur kesengajaan dan pelaku tetap berstatus anak, polisi memastikan M tidak ditetapkan sebagai tersangka maupun ditahan. Penanganan selanjutnya bakal dilakukan melalui pendekatan pembinaan dengan melibatkan pemerintah wilayah dan lembaga terkait.

"Dia tidak melakukan perbuatan itu dengan sengaja. Karena itu, anak tersebut tidak ditetapkan sebagai tersangka," tegas Poltak.

Sementara itu, Camat Medan Kota Andi Syahputra mengapresiasi langkah sigap Polsek Medan Kota dalam mengungkap penyebab kebakaran sehingga info nan berkembang di masyarakat dapat diluruskan.

Menurut Andi, berasas pengakuan anak tersebut, dia berasal dari Kabupaten Rokan Hilir dan sudah tidak mempunyai kedua orang tua. Selama ini dia tinggal berbareng neneknya, tetapi lebih sering hidup berpindah-pindah dan mengamen di area Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Andi memastikan rumah budaya Batak nan terbakar merupakan aset milik Pemerintah Kota Medan. Pemerintah bakal segera berkoordinasi dengan dinas mengenai untuk memperbaiki gedung tersebut.

"Ini tetap aset Pemkot. Nanti kami laporkan ke dinas terkait. Informasi dari dinas terkait, gedung ini bakal segera diperbaiki," pungkas Andi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan