Polisi Umumkan Hasil Ekshumasi Sutrimo Pekan Ini

Sedang Trending 16 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya bakal mengumumkan hasil ekshumasi terhadap jenazah laki-laki berjulukan Sutrimo, sosok nan disebut mantan pekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah pada pekan ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan saat ini interogator Ditreskrimum Polda Metro Jaya tetap menunggu kecocokan agenda dengan master forensik medikolegal

"Bahwa Ditreskrimum sedang berkoordinasi dengan master forensik medicolegal. Karena nan kudu menyampaikan adalah master forensik dari hasil pemeriksaan ekshumasi. Kami minta waktu, semoga minggu ini sudah ada titik jumpa antara agenda master forensik medicolegal dengan Ditreskrimum," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (21/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Budi, pihaknya juga tetap terus mendalami soal perkara kematian Sutrimo ini. Kata dia, interogator juga tetap membahas soal rencana pemeriksaan terhadap pegawai Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrio Adiono nan namanya disebut-sebut sebagai sosok nan mengantarkan Sutrimo ke rumah sakit.

"Nanti akan, dalam pembahasan oleh Ditreskrimum mengenai tentang pemanggilan pegawai dari Kejaksaan atas nama Febrio," ucap dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (12/8).

Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

"Pelaksanaan ekshumasi hari ini merupakan bagian dari proses penyidikan. Kegiatan ini terlaksana melalui kerjasama Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas," kata Budi dalam keterangannya.

Dalam proses penyidikan, polisi juga telah memeriksa 27 saksi untuk dimintai keterangan mengenai kasus kematian misterius laki-laki berjulukan Sutrimo.

Secara rinci 27 saksi itu ialah dua pengemudi ambulans P3D, dua pengemudi ambulans nan menjemput korban dari TKP ke Rumah Sakit Muhammadiyah, dua pengemudi ambulans nan mengantar dari Rumah Sakit Muhammadiyah ke Banyumas, satu pengemudi ambulans.

Kemudian, tiga orang dari pihak rumah sakit terdiri atas dua petugas keamanan dan satu orang dokter, dua petugas pemandi jenazah, tujuh saksi di sekitar letak kejadian, tiga orang family almarhum, satu orang kawan almarhum, satu perangkat desa, serta tiga pihak mengenai laporan di Bareskrim Polri.

Budi menyebut saat ini interogator tetap menunggu hasil laboratorium forensik. Termasuk pemeriksaan jaringan, DNA, dan unsur nan ditemukan.

Di sisi lain, eks Jampidsus, Febrie Adriansyah telah membantah info nan menyebut bahwa Sutrimo berstatus sebagai kepala rumah tangga (Karumga).

Firman Wijaya, salah satu tim kuasa norma Febrie menyebut Sutrimo lebih banyak bekerja menjaga rumah kosong dan tinggal di sana. Sutrimo juga sering pulang kampung alias mengambil pekerjaan lain sehingga dia tidak terus-terusan bekerja dengan Febrie.

"Jadi posisi almarhum bukan sebagai Karumga seperti nan banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah nan kosong dan tinggal di sana," kata Firman dalam keterangannya.

(dis/gil)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional